SEKRIPSI ( PERAN PAI DALAM PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH )

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Arti sebuah upaya yang terjadi proses kehidupan manusia yang disebut pembinaan atau pendidikan sebenarnya bersumber pada hakekat kebenaran manusi itu sendiri.dimana mereka dilahirkan didunia atas dasar fitroh, sedangkan fitroh merupakan unsure rohaniah insane yang takmungkin dapat berkembang secara sempurna tanpa adanya uluran tangan yang berupa bimbingan atau asuan dari pihak-pihak yang berwenang atau para pendidik.

Semakin maju susatu masyarakat semakin dirasakan pentingnya pendidikan Agama Islam PAI maupun pendidikan umum, namun dalam pelaksanaanya banyak problematika yang dihadapi padahal sarana dan prasarana seraca teratur sudah terdapat pembinaan intelektualualitas dan pembinaan sikap akhlaqul karimah.

Dari timbulnya akhlaq akan dipengaruhi oleh dua hal seperti yang telah dinyatakan dalam teori konfergensi, bahwa akhlaq itu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Dan dari keduanya mungkin saja akan kalah salah satu, kalau tidak faktor pembawaan mungkin faktor lingkungan yang akan kalah. Akan tetapi realita yang terjadi pada saat ini faktor lingkungan yang lebih kuat mempengaruhi akhlaq manusia. Sebagaimana Sabda Rosul SAW :[1]

ماَ مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْ لَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَ بَوَاهُ يَهُوْدَانِهِ اَوْ يُنَصِرَّا نِهِ اَوْ يُمَجِسَا نِهِ (متفق عليه)

 “ Tiada manusia dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah (suci) maka kedua orang tuanya yang menjadikan dia (kafir) yahudi, nasroni atau majusi”.

(HR. Mutafaq Alaihi[2]

Sebagaimana hadits tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa baik dan buruknya seorang anak tergantung kepada orang tuanya. Sebab pada saat ini pengaruh lingkungan lebih kuat dibandingkan dengan faktor pembawaan dari lahir.

Dalam Al – Qur’an, Alloh SWT  telah mengingatkan bahwa setiap kehidupan umat pasti berhati – hati dalam menjalankan hidup agar selamat dunia dan di akhiratnya.

y7Ï9ºx‹x.ur $oYù=yèy_ Èe@ä3Ï9 @cÓÉ<tR #xr߉tã tûüÏÜ»u‹x© ħRM}$# Çd`Éfø9$#ur ÓÇrqムöNßgàÒ÷èt/ 4’n<Î) <Ù÷èt/ t$ã÷z㗠ÉAöqs)ø9$# #Y‘ráäî 4 öqs9ur uä!$x© y7•/u‘ $tB çnqè=yèsù ( öNèdö‘x‹sù $tBur šcrçŽtIøÿtƒ ÇÊÊËÈ  

 

Artinya : Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap – tiap nabi itu musuh , yaitu syaitan – syaitan ( dari jenis ) manusia dan ( dari jenis ) jin , sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan – perkataan yang indah – indah untuk menipu ( manusia ) . Jikalau tuhanmu menghendaki niscaya mereka tidak mengerjakannya , maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada – adakan .(Q.S.Al An’am, 112) [3]

 

Akhlak ini menempati posisi yang saangat penting dalam Islam sehingga setiap aspek diajarkan berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia yang disebut akhlakul karimah. Tetapi dalam MTs al-Basmalah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pandidikan akhlak. Dalam melaksanakan pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah mulai tingkat dasar sampai sekolah menengah atas. Demikian juga ditingkat sekolah menengah pertama harus melaksanakan pendidikan agama dalam rangka membentuk manusi indonesia seutuhnya

memiliki pengetahuan dan ketrampilan memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Dalam hal ini tujuan pendidikan Nasional di Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya manusia yang berakhlakul karimah yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Firman Allah dalam surat Al-Ahzabayat v21 :[4]

ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’Îû ÉAqߙu‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$#

tPöqu‹ø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ  

Artinya :

Sesungguhnya ada pada diri Rosulullah SAW yaitu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (hormat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan banyak menyebut nama Allah SWT. (QS Al-Ahzab 21)[5]

Membina akhlak merupakan bagian yang sangat penting dalam tujuan Pendidikan Nasional. Sebagaimana tercantum dalam Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa:“Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.[6]

Pendidikan adalah salah satu bidang garapan yang amat penting dalam pembangunan suatu bangsa dan negara, karena pembangunan suatu bangsa yang tidak dibarengi dan diiringi dengan pembangunan akhlak, moral dan etika bangsanya, maka pembangunan itu akan mengalami ketidakseimbangan. Karena pendidikan akhlak untuk menumbuhkan insan – insan pembangunan yang beradab yang sanggup meneruskan perjuangan generasi sebelumnya dalam membangun bangsanya.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional tersebut diatas. Maka mutu pendidikan agama Islam perlu ditingkatkan terutama masalah Akhlak, agar pengetahuan tentang agama bisa seimbang dengan pengetahuan umum yang dimilikinya. Sehingga yang berasal dari MTs umumnya, MTs Al-Basmalah Plumpungrejo khususnya memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas hidup dalam masyarakat dan berbakti kepada Allah SWT guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

siswa mempunyai akhlak yang mulia, akan tetapi sekarang kebanyakan siswa-siswi yang  tidak mempunyai akhlak mulia lagi.

Allah SWT yang Maha mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya, menolong kita agar dapat mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki, memberitahu jalan yang harus ditempuh, dan memberikan karunia semangat terus-menerus sehingga kita tidak dikalahkan oleh kemalasan, tidak dikalahkan oleh kebosanan, dan tidak dikalahkan oleh hawa nafsu.

Dan mudah-mudahan pula warisan terbaik diri kita yang dapat diwariskan kepada keluarga, keturunan, dan lingkungan adalah keindahan akhlak kita. Karena ternyata keislaman seseorang tidak diukur oleh luasnya ilmu. Keimanan seseorang tidak diukur oleh hebatnya pembicaraan. Kedudukan seseorang disisi Allah tidak juga diukur oleh kekuatan ibadahnya semata. Tapi semua kemuliaan seorang yang paling benar Islamnya, yang paling baik imannya, yang paling dicintai oleh Allah, yang paling tinggi kedudukannya dalam pandangan Allah dan yang akan menemani Rasulullah SAW ternyata sangat khas, yaitu orang yang paling mulia akhlaknya.

Walhasil sehebat apapun pengetahuan dan amal kita, sebanyak apapun harta kita, setinggi apapun kedudukan kita, jikalau akhlaknya rusak maka tidak bernilai. Kadang kita terpesona kepada topeng duniawi tapi segera sesudah tahu akhlaknya buruk, pesona pun akan pudar.[7]

Yakinlah bahwa Rasulullah SAW diutus ke dunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak. Hal ini dinyatakan sendiri oleh beliau ketika menjawab pertanyaan seorang sahabatnya, “Mengapa engkau diutus ke dunia ini ya Rasul?”. Rasul menjawab, “Innama buitsu liutamimma makarimal akhlak” “Sesungguhnya aku diutus ke dunia hanyalah untuk menyempurnakan akhlak”.[8]

Menurut pendekatan etimologi, perkataan akhlak berasal dari bahasa Arab, jama’ dari bentuk mufradnya Khuluqun ( خلق ) yang menurut bahasa diartikan: ”budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat”.[9]Berakar darai dari kata kholaqo yang berarti menciptakan. Seakar dengan kata  Kholiq (penciptaan). Adapun pengertian akhlak menurut Imam Al-Ghozali adalah :”sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan–perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”. Sedangkan pendapat Ibnu Majah adalah “sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya  lahirlah macam-macam perbuatan, baik buruk, tanpa membutuhkan pemkiran dan pertimbangan”.[10]

Dari definisi diatas, akhlak dapat disimpulkan. Akhlak merupakan falsafah perbuatan yang membahas dasar-dasar baik buruk. Dengan pengertian ini, akhlak termasuk dalam kategori normatif.[11] Akan tetapi banyak dikalangan orang islam terutama dikalangan pelajar yang sekarang ini sudah tidak mempunyai akhlak yang baik lagi, dikarenakan sebab kemajuan zaman dan era globalisasi.

Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut di atas maka penulisan sangat tertarik untuk mengadakan penelitian secara langsung dan mengangkat judul skripsi ” PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH PADA SISWA MTs AL – BASMALAH PLUMPUNGREJO  KEC. WONOASRI KAB. MADIUN TAHUN PELAJARAN 2010 – 2011  ”

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis merumuskan masalah beberapa pokok permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana peranan pendidikan Agama Islam Pada siswa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Wonoasri Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010 – 2011 ?
  2. Hambatan – hambatan apa yang dapat mempengaruhi peranan pendidikan Agama Islam terhadap Akhlak pada Siswa MTs Al-Basamalah Plumpungrejo Wonoasri Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010 – 2011 ?
  3. Sejauh mana hasil yang dicapai pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan Akhlak pada Siswa MTs Al-Basamalah Plumpungrejo Wonoasri Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010 – 2011 ?

 

 

  1. Tujuan Kesamaan  Penelitian
    1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :

  1. Untuk mengetahui peranan pendidikan Agama Islam terhadap Siswa MTs Al-Basamalah Plumpungrejo Wonoasri Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010 – 2011.
  2. Untuk mengetahui faktor yang mendorong dan menghambat pelaksanaan pendidikan Agama Islam terhadap Akhlak V Siswa MTs Al-Basamalah Plumpungrejo Wonoasri Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010 – 2011.
  3. Untuk mengetahui sejauh mana hasil yang dicapai pendidikan Agama Islam terhadap Akhlakl Siswa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Wonoasri Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010 – 2011.
  4. 2.      Kegunaan Penelitian

a)Bagi Peneliti

Sebagai latihan menulis untuk  penulis dalam menyusun karya ilmiah

b)          Bagi STAI Madiun

Sebagai sumbangan khasanah ilmu pengetahuan pendidikan pada umumnya dan bagi pihak – pihak yang mempunyai tanggung jawab  dalam pendidikan

 

 

c)Bagi Obyek Yang Diteliti

Sebagai pertimbangan dalam meningkatkan akhlaq Siswa di MTs Al – Basmalah Desa Plumpungrejo Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun.

  1. Metode pembahasan

Metode yang digunakan dalam pembahasan penulisan skripsi ini ialah sebagai berikut :

 

 

  1. Metode induktif adalah menguraikan data yang bersifat khusus kemudian ditarik yang bersifat umum.[12]

Metode induktif ini digunakan untuk mengetahui suatu data yang bersifat umum, menyimpulkan dari beberapa ahli atau ilmuan dalam landasan teori agar jelas apa yang dimaksud.

 

  1. Metode deduktif adalah suatu pola berfikir dari soal – soal yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dengan menguraikan data teoritis juga membandingkan beberapa pendapat kemudian ditarik kesimpulan dan juga untuk menganalisa data. Untuk menyimpulkan dari beberapa pendapat para ahli atau                                

ilmuan agar lebih jelas maksudnya. Menurut prof. Drs Sutrisno Hadi metode deduktif adalah : apa saja yang dipandang benar pada suatu peristiwa dalam suatu kelas atau jenis berlaku juga sebagai hal yang benar pada semua peristiwa yang terminus dsalam kelas atau jenis itu. [13]

Metode diduktif ini digunakan untuk menarik kesimpulan dari data yang yang bersifat khusus dan menguraikan data teoristis agar ilmuan lebih jels maksudnya.

  1. Metode komperatif, adalah membandingkan dua atau tiga kejadian dengan melihat kejadian – kejadian ataupun penyebab – penyebabnya. Metode komperatif digunakan untuk membahas penyajian hasil penelitian yang berasal dari beberapa pendapat atau sumber informasi,

Menurut Prof. Dr. Suhairini Arikunto metode komperatif adalah ”menulis faktor –faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi yang diselidiki dan dibandingkan antara suatu faktor dengan faktor lain.”[14]

Metode ini digunakan untuk mengambil kesimpulan tentaang pengertian – pengertian dari suatu hal seperti pengertian kedisiplinan, atau penegrtian tentang akhlaq dan lain – lain.

  1. Sistematika pembahasan

Untuk mempermudah dalam memahami isi skripsi ini maka disini penulis mengemukakan secara singkat sistematika pembahasan dari skripsi ini. Adapun sistem pembahasan skripsi ini terdiri dari enam bab, lebih jelasnya akan kami uraikan kelima bab tersebut sebagai berikut.

Bab I pendahuluan,

Dalam bab ini berisikan gambaran umum tentang pola dasar yaitu uaraian mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metode pembahasan dan yang terakhir adalah sistematika pembahasan

Bab II landasan Teori,

Dalam bab ini dikemukakan teori – teori yang berhubungan dengan permasalahan yang erat hubungannya dengan ruang lingkup pendidikan Agama Islama, dasar dan tujuan pendidikan Agama Islam, hambatan – hambatan pendidikan Agama Islam, pegertian Akhlakul Karimah, dasar pembinaan Akhlakul karimah dan proses dalam peningkatan Akhlakul Karimah.

Bab III Metode penelitian

Dalam bab ini terdiri sub yaitu :

Pengertian populasi, sampel, metode pengumpulan data, dan analisa data.

Bab IV laporan hasil penelitian,

Dalam bab ini berisi latar belakang obyek dimana mencakup tentang letak geografis obyek penelitian, sejarah berdiri dan pengembangannya, sarana dan prasarana tentang keadaan pendidikan, karyawan dan peserta didik setruktur organisasi. Kedua adalah penyajian berupa data hasil angket.

Bab V Analisa Data,

Dalambab ini dibahas mengenai analisis data serta tujuan akhir tentang peranan pendidikan agama Islam dalam meningkatkan Akhlakul Karimah siawa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Kec. Wonoasri Kab. Madiun

Bab VI kesimpulan Dan saran

Dalam bab ini kesimpulan dan saran, bab ini menerapakan kesimpulan dari seluruhisi sekripsi dari awal sampai akhir, dan diakhiri dengan saran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pengertian pendidikan agama Islam ialah manusia sebagai hidup yang mulia akan selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang ada dalam dirinya. Manusia dapat mengadakan penyesuaian – penyesuaian terhadap lingkungan, dan dengan perkembangan yang terjadi menyebabkan manusia akan mampu mencari dan menemukan kesejahteraan dalam hidupnnya.

Manusia yang ingin mempertahankan hidupnya ia akan tumbuh. Apabila manusia tidak berusaha untuk tumbuh maka mati sebelum ajal menjemput. Begitu pula apabila manusia hidup tidak mengadakan perubahan terhadap fungsi – fungsi pribadinya maka ia akan layu sebelum berkembang. Dalam kehidupan manusia yang perlu diingatkan dan ditegaskan bahwa manusia tidak boleh kehilangan pegangan hidup yaitu agama., berdo’a dan tawakal. Bagaimana usaha manusia untuk senantiasa tumbuh dan berkembang sesuai dengan jalur agama? Jawabnya adalah dengan melalui pendidikan agama Islam. Hal ini akan penulis sampaikan beberapa pengertian pendidikan agama Islam menurut beberapa tokoh antara lain.

  1. Ahmad D Marimba, dalam bukunya pengantar filsafat pendidikan Islam menyebutkan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani rohani                                                        

berdasarkan hukum – hukum agama menuju kepada terbentuknya kepribadian utama berdasarkan ukuran – ukuran Islam. [15]

  1. Menurut Drs. H Hamdani Ihsan. Dalam bukunya Filsafat Pendidikan Agama Islam, pendididkan agama Islam ialah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi menuntut ukuran Allah dan sisi pendidikan untuk mewujudkan tujuan atau adalah ajaran Allah. [16]
  2. Dra. Zuhairini, dalam bukunya metodik kudus pendidikan agama menyebutkan bahwa pendidikan Islam adalah usaha sistematis dan praktis dalam membentuk anak didik agar supaya mereka hidup sesuai ajaran agama Islam.[17]

Dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa :Pendidikan Islam adalah suatu proses pendidikan yang berusaha memberikan bimbingan secara sistematis dan pragmatis yang dilakukan dengan sadar oleh orang dewasa kepada anak didik untuk menuju kepribadian berdasarkan hukum agama Islam, berfikir dan memutuskan sesuatu berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dengan demikian pendidikan agama disamping ilmu pengetahuan tentang agama Islam juga diarahkan pembentukan pribadi yang sesuai

ajaran Islam dalam proses belajar mengajar pendidikan Islam mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan sehingga anak didik memiliki pengetahuan tentang Islam sekaligus mampu untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan alam sekitarnya.

Dalam pengembangan selanjutnya pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.

Selain itu menurut Al-Qardhawi (1989) ada pula hadits Rosulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Ashim dan Thobrani yang berisi perintah belajar, karena hanya melalui belajarlah ilmu pengetahuan dapat diraih.[18]

Perintah belajar di atas, tentu saja harus dilaksanakan melalui proses kognitif (tahapan-tahapan bersifat akhlak). Dalam hal ini, sistem memori yang terdiri atas memori sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang berperan sangat kreatif dan menentukan berhasil atau gagalnya seseorang dalam meraih pengetahuan dan keterampilan.

  1. Dasar-dasar pendidikan Agama Islam

Dasar pelaksanaan pendidikan Agama Islam di Indonesia dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dapat dilihat dari beberapa segi yaitu :

  1. Yuris / Hukum
  2. Religious / Agama
  3. Social Psikologi
  4. Yuridis / Hukum

Dasar-dasar pelaksanaan pendidikan agam Islam yang berasal dari perundingan –perundingan secara langsung dapat dijadikan sebagai pegangan di dalam melaksanakan pendidikan di sekolah-sekolah atau di lembaga-lembaga lainnya. Adapun dasar dari pendidikan formal tersebut ada 2 macam :

  1. Dasar Idal

Yakni pada pancasila sila I “ketuhanan yang maha Esa” mengandung pengertian bahwa segenap bangsa Indonesia harus mempercayai adanya Tuhan dengan kata lain seluruh bangsa Indonesia harus beragama.

Dalam Tap MPR no II / MPR / 1998 tentang pedoman penghayatan pancasila disebutkan :

Dengan sila ketuhanan yang maha Esa bangsa Indonesia menyatakan ketercapaian dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap. [19]

Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan adanya pendidikan agama Islam kepada anak didik karena tanpa pendidikan agam Islam sulit diwujudkan.

  1. Dasar Struktural / Konstitusional.

Yakni dasar dari UUD 1945 dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 dan 2 yang berbunyi

  1. Negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha Esa
  2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya.[20]

Dari ayat tersebut mengandung pengertian bahwa bangsa indonesia harus menganut salah satu agama yang benar diyakininya. Ateis dilarang hidup dan berkembang di Indonesia. Di samping itu negara melindungi umat beragama secara keseluruhan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

Umat Islam supaya dapat beribadah dengan benar dan baik sesuai dengan hukum agamanya maka perlu adanya pendidikan agama.

  1. Dasar Oprasional

Dasar oprasional adalah secara langsung mengatur pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah –sekolah sebagai mana telah ditetapkan dalam Tap MPR No. II / MPR / 1993, tentang GBHN yang berbunyi :

” diusahakan agar terus bertambah sarana yang diperlukan bagi pengembangan kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha Esa. Termasuk sarana pendidikan agama Islam pada semua jalur, jenis dan jaringan pendidikan terminus pra sekolah, yang pelaksanaannya sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku.”[21]

 

  1. Dasar Religius / Agama

Dasar ini merupakan dasar – dasar yang bersumber dari ajaran agama Islam yang tertera dalam al – Qur’an maupun al-hadits. Menurut ajaran Islam bahwa pelaksanaan pelajaran ajaran Islam merupakan perintah Allah SWT yang dinilai sebagai ibadah dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 Allah Berfirman :

äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4

Artinya:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.[22]

Islam harus ada yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan sesuatu cara yang baik, dan dengan demikian orang harus bisa menyampaikan ajaran Rosulullah dalam hadits yang artinya :”Sampaikanlah ajaranku kepada orang lain, walaupun hanya sedikit”[23]

Ayat dan hadits di atas memberikan pengertian bahwa dalam ajaran agama Islam memang ada perintah untuk pendidikan agama, baik kepada keluarga maupun kepada oarang lain sesuai denagan kemampuannya walaupun hanya sedikit. Dengan cara demikian berarti melaksanbakan pendidikan agama. Diikuti dengan penuh keikhlasan secara baik dan benar oleh semua yang beragama Islam.

  1. Dasar Sosial Psikologi

Setiap manusia yang hidup didunia selalu membutuhkan adanya suatu pegangan hidup yang disebut agama. Mereka merasakan dalam jiwanya ada suatu perasaan yang menyakini adanya suatu dzat yang maha kuasa, tempat mereka memohon pertolongan. Hal ini terjadi pada masyarakat yang masih primitive maupun yang masih modern, mereka akan tenang dan tentram apabila mendekatkan diri kepada Allah. Hal semacam ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ar-Ra’a ayat 28:

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ’ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.ɋÎ/ «!$# 3 Ÿwr& ̍ò2ɋÎ/ «!$# ’ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$# ÇËÑÈ

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.[24]

 

Karena itu manusia akan selalu berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, hanya saja mereka mengabdi dan mendekatkan diri pada itu, dari dasar pendidikan itu akan menentukan corak dan isi pendidikan, dan dari tujuan pendidikan akan menentukan arah mana anak didikan itu dibawa.

Mengingat sangat pentingnya pendidikan itu bagi kehidupan bangsa dan negara, maka hampir diseluruh negara-negara di dunia ini ”menangani” secara langsung masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan .[25]

Dari dasar pelaksanaan pendidikan Agama Islam di sekolah – sekolah maka jelaslah bahwa pendidikan Agama Islam merupakan suatu hal yang wajib diikuti dan dilaksanakan dengan penuh keiklasan secara baik dan benar semua yang beragama Islam.

  1. Pelaksanaan Pendidikan di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo
  2. Pengertian MTs

MTs adalah ”salah satu bentuk satuan pendidikan dasar yang menyelenggarakan program 3 tahun setelah menyelesaikan program 6 tahun”.[26]

  1. Kurikulum MTs

Kurikulum yang digunakan adalah ”kurikulum yang berlaku nasional, dan kurikulum muatan lokal, kurikulum yang berkaitan dengan agama dikembangkan oleh penyelenggara sekolah yang bersangkutan sesuai dengan perkembangan peserta didik”.[27]

 

  1. Materi Pendidikan Agama Islam di MTs.

Bahan pendidikan Agama Islam meliputi 7 unsur pokok yaitu :

  1. Keimanan.
  2. Ibadah
  3. Al-Quran
  4. Akhlaq
  5. Keimanan

-   Keimanan itu meliputi rukun iman yang ke 6.

  1. Ibadah

Sholat 5 waktu, sholat Jum’at, sholat sunat, puasa dzikir dan do’a ini merupakan materi dalam ibadah.

  1. Al – Quran

Dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 103 dan 105, surat Al Hujurat ayat 10 dan 13, surat Al mujadalah ayat 11, dan surat yunus ayat 5-6.

 

  1. Akhlaq

Menerangkan tentang penyakit hati manusia.

  1. Hambatan – hambatan PAI dalam pelaksanaan Akhlaq.

Salah satu hambatan dari PAI dalam pelaksanaan adalah kenakalan remaja. Ada beberapa faktor yang menjadi sebab kenakalan remaja adalah sebagai berikut :

  1. Faktor Internal meliputi.
    1. Cacat jasmani atau rohani akibat dari faktor keturunan.
    2. Pembawaan yang negatif, dan sukar untuk dikendalikan mengarah perbuatan nakal.
    3. Pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dalam kehidupan remaja sehingga menimbulkan konflik pada diri dan mengarah ke perbuatan nakal.
    4. Lemahnya kemampuan pengawasan diri sendiri menilai terhadap keadaan sekitar yang negatif.
    5. Kurang mampu mengadakan penyesuaian dengan lingkungan yang baik, sehingga mencari pelarian dan kemampuan dalam kelompok remaja nakal (geng)
    6. Tidak mempunyai kegemaran (Hoby) yang sehat sehingga canggung dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari yang akibatnya dapat dan mudah dipengaruhi perbuatan nakal.
    7. Perasaan rendah diri dan rasa tertekan yang tidak teratasi.

 

  1. Faktor Eksternal meliputi.

Rasa perhatian terutama dari orang tua, wali dan guru atau keluarga di rumah serta teman-teman sebayanya.

  1. Ketidak harmonisan dalam keluarga rumah tangga yaitu kedua orang tua tidak bisa memperhatikan anaknya melainkan sibuk di luar rumah karena alasan ekonomi.  
  2. Perhatian dan didikan guru terhadap siswa menjadi berkurang terutama disebabkan :

-       Kekurangan tenaga guru yang sesuai dengan peningkatan dan perkembangan sekolah.

-       Kesibukan guru untuk mencari tambahan penghasilan, baik dengan cara merangkap mengajar di sekolah lain

  1. Kegagalan pendidikan pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

-        Kurangnya ketidak rasa cintaan dari pihak pendidik.

-        Kurangnya perhatian dalam pendidikan agama.

-        Kurangnya fasilitas pendidikan.

  1. Menurunnya wibawa orang tua atau wali, dan guru.

-            Kurang efektif dalam memberikan contoh tingkah laku yang baik pada anak didik.

 

 

 

  1. Pengawasan yang kurang dari masyarakat.

Mengingat kehidupan masa depan remaja, kita akan lebih banyak menghadapi hambatan, baik berupa mental, fisik, material, dan dampak negatif atau positif lainnya.

Sebelum timbulnya gejala – gejala kenakalan tersebut orang tua, guru dan berbagai pihaknya yang harus melakukan kegiatan pencegahan berbagai bentuk kenakalan remaja yang terjadi dalam masayarakat.[28]

  1. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan Agama Islam adalah pencerminan dari ciri-ciri agama untuk membentuk kepribadian manusia dari proses pendidikan yang dilaksanakan oleh lembaga, keluarga, pemerintah maupun masyarakat.[29]

  1. Tujuan utama

”Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah membimbing anak agar mereka menjadi seorang muslim sejati, beriman teguh beramal sholeh, dan berakhlakul karimah, serta berguna bagi masyarakat, agama, dan negara”.[30]

 

Jadi tujuan umum pendidikan agama Islam adalah iman yang teguh, maksudnya membentuk manusia yang beribadah kepada Allah. Hal ini sering dengan tujuan diciptakannya manusia oleh Allah, yaitu untuk beribadah kepadanya (Allah), Allah berfirman dalam surat Al Dzariat. Ayat 56 :

 

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ

Artinya:

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.[31]

Tujuan umum pendidikan agama tersebut dengan sendirinya tidak akan dapat dicapai dalam waktu sekaligus, tetapi membutuhkan proses atau membutuhkan waktu yang panjang dengan tahap tertentu, dan setiap tahap yang dilalui itu juga mempunyai tujuan tertentu yang disebut tujuan khusus.

  1. Tujuan operasional

Tujuan operasional adalah tujuan praktis akan dicapai dengan sejumlah tertentu. Satu kegiatan pendidikan dengan bahan – bahan yang telah disiapkan dan diperkirakan akan mencapai tujuan tersebut.

Dalam tujuan operasional ini lebih banyak dituntut dari suatu kemampuan dan keterampilan tertentu. Sifat operasioanalnya lebih ditunjukkan dari sifat penghayatan dan kepribadian. Sifat yang berisi kemampuan dan keterampilan yang ditonjolkan. Dalam pendidikan umum disebut tujuan Internasional umum dan tujuan Internasioanal khusus.[32]

 

  1. Tujuan sementara

Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang diceritakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Tujuan operasional dalam bentuk tujuan Intruksional yang dikembangkan menjadi umum dan khusus dapat dianggap sebagai tujuan sementara dengan sifat yang agak beda.

Pada tujuan sementara bentuk insan dengan pola taqwa mudah kelihatan meskipun dalam usaha sederhana tujuan pendidikan agama Islam seolah-olah merupakan lingkaran pada tingkatnya lingkungan tersebut juga semakin besar bentuk lingkaran inilah yang mengembangkan insan kamil itu.[33]

Dalam sistem oprasional kelembagaan pendidikan, sebagai tingkat tujuan tersebut ditetapkan secara berjenjang dalam struktur program intruksional yaitu :

  1. Untuk tingkat sekolah dasar (MI)
    1. Menambah perasaan cinta kepada Allah dan Rosulnya.
    2. Menanamkan ajaran Islam yang bersifat global seperti rukun Iman, Islam dan sebagainya.
    3. Membiasakan anak berakhlaqul karimah, dan melatih anak untuk mempraktekkan ibadah yang bersifat praktis sholat, puasa, dan sebagainya.
    4. Untuk sekolah tingkat pertama (MTs)
      1. Menambahkan pengetahuan agama Islam.
      2. Memberikan peringatan tentang Islam yang sesuai dengan tingkat kecerdasan.
      3. Memupuk jiwa agama. Membimbing anak agar beramal sholeh dan beraklaqul karimah.
      4. Untuk sekolah tingkat menengah (MA)
        1. Menyempurnakan pendidikan agama yang sudah diberikan pada tingkat MTs
        2. Memberikan pendidikan dan pengetahuan agamis serta berusaha agar mereka mengamalkan ajaran agama Islam yang telah diterimanya.[34]

 

Dengan demikian kita harus dan mengetahui makna pendidikan agama Islam itu agar dapat faham dan luas pengetahuannya. Bilamana pendidikan kita anggap latihan mental, moral dan fisik manusia budaya tinggi untuk melakukan tugas kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah. Maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas serta menanamkan rasa tanggung jawab. Dengan istilah lain manusia muslim yang telah mendapatkan pendidikan Islam harus mampu hidup di dalam kedamaian dan kesejahteraan sebagai yang diharapkan oleh cita-cita Islam.

Pengertian pendidikan Islam dengan sendirinya adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah.[35]

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa pendidikan adalah merupakan suatu pekerjaan atau suatu yang sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hasil dari pendidikan tidak segera kita lihat atau kita rasakan. Juga di samping itu, hasil akhir dari pendidikan ditentukan pula oleh hasil-hasil dari berbagai-berbagai pendidikan secara keseluruhan dan tahap-tahap dari pendidikan sebelumnya.

Dalam hal ini langeveld  mambeda-brdakan tujuan pendidikan sebagai berikut :

  1. tujuan umum
  2. Tujuan kudus
  3. Tujuan tak lengkap
  4. Tujuan insidental
  5. Tujuan sementara
  6. Tujuan perantara.[36]
    1. Tujuan umum

Tujuan umum pendidikan ini disebut juga sebagai tujuan total, tujuan yang sempurna, atau tujuan akhir.

Dalam hal ini khontam dan gunning memberikan rumus bahwa tujuan akhir dari pendidikan itu ialah untuk membentuk insani.

  1. Tujuan Kudus

Tujuan kudus adalah merupakan tujuan yang bersifat umum, tujuan yang masih bersifat universal. Untuk menuju pada tujuan umum itu, perlu adanya pengkhususan tujuan yang disesuaikan dengan kondisinya.

  1. Tujuan Tak lengkap

Di atas kita berbicara tentang aspek pendidikan, tiap-tiap aspek pendidikan mempunyai tujuan sndiri-sendiri. Tujuan dari masing-masing aspek pendidikan inilah yang dimaksud dengan tujuan pendidikan tak lengkap. Di samping itu, kita kita tidak boleh hanya mementingkan salah satu aspek pendidikan saja, dan mengabaikan aspek pendidikan yang lain.

  1. Tujuan Insidental

Tujuan insidental dikatakan juga tujuan seketika atau sesaat. Tujuan ini timbul secara kebetulan, secara mendadak hanya bersifat sesaat.

  1. Tujuan Sementara

Tujuan sementara adalah tujuan yang ingin kita capai dalam fase-fase tetentu dari pendidikan.

  1. Tujuan Perantara.

Tujuan perantara juga disebut juga dengan tujuan intermedian. Tujuan perantara ini adalah merupakan alat sarana untuk mencapai tujuan yang lain.

Dengan demikian jelas bagi kita bahwa semua cabang ilmu pengetahuan yang secara material bukan Islami, terminus ruang lingkup pendidikan Islam juga. Sekurang – kurangnya menjadi bagian yang menunjang.

  1. Hasil yang dicapai dalam meningkatkan akhlaqul karimah.

Dalam meningkatkan akhlaqul kharimah diperlukan upaya-upaya untuk menjadikan nilai-nilai luhur agama menjadi bagian dari peserta didik. Dalam bahan pengajaran pendidikan agama Islam terdapat pendidikan akhlaq. Dalam mempelajari ilmu akhlaq, anak didik dapat mengetahui nama akhlaq yang baik (akhlaqul kharimah) dan nama akhlaq yang buruk

Dengan demikian akhlaq ada 2 macam yaitu :

  1. Akhlaq Mahmudah (Terpuji)
  2. Akhlaq Mazdmumah (Tercela)
  3. Akhlaq Mahmudah (Terpuji)

Akhlaq mahmudah adalah akhlaq yang bersifat vertikal maupun horisontal berupa ihsan. Akhlaq yang terpuji atau mulia ini sangat banyak faedahnya. Orang Islam diharapkan dapat menjadi saksi kebaikan dari pada Islam sebab kalau tidak, akan menutupi nilai Islam itu sendiri, hal ini banyak dinyatakan oleh ahli fikir, bahwa Islam itu banyak tertutup oleh kaum muslimin.[37]

  1. Akhlaq mazdmumah (Tercela)

Akhlaq mazdmumah adalah Akhlaq yang tidak baik, menurut agama Islam dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Sungguh kesalahan besar apabila suatu kesan, dan bahwa Islam tidak mengajarkan sopan santun sedangkan ukuran baik dan buruk iman seseorang,[38] sangat ditentukan akhlaqnya.

Mendidik akhlaq hampir semua orang dapat melakukan itu sama halnya dengan mendidik ilmu lain. Halnya saja menemukan dasar moral (Akhlaq) tidaklah mudah karena para ahli pendidikan di barat mengakui kesulitan  sebagai misal suatu ungkapan sastra inggris mengatakan ”To teach a morality is easy, bat to fin fondation of morality is hard” “mangajar moral itu mudah, tetapi menemukan dasar-dasar moral adalah sangat sulit”

Dalam semua sifat ini kita harus menjauhi, agar kita tidak terjerumus kedalam akhlaq tercela dan dimurkai oleh Allah SWT.[39]

  1. Pengertian Akhlaqul Kharimah
    1. Pengertian Akhlaq.

Kata Akhlaq berasal dari bahasa arab ”Khuluq” jama’nya ”Akhlaqun” yang artinya tingkah laku. Kemudian perkataan akglaq ini menjadi salah satu berubah menjadi bahasa indonesia. Disamping kata-kata budi pekerti, susila, tatakrama dan adat kesopansantunan. Akhir-akhir ini sering pula disebut juga perkataan etika dan moral. Dua kata ini berasal dari bahasa asing kemudian dimasukkan kedalam bahasa Indonesia.

Menurut pengertian bahasa perkataan Akhlaq sama dengan adat, perangi dan tabiat. Sedangkan menurut pengertian istilah akhlaq ialah keadaan jiwa yang menimbulkan terjadinya suatu perbuatan dengan mudah dan gampang.[40] Dan akhlaq seseorang itu baik dn buruk tergantung pada keadaan jiwa yang menimbulkan dan mendorong untuk melakukan suatu tindakan.

Akhlaq ini sekarang telah menjadi satu ilmu yang berdiri sendiri dan dan dinamakan ilmu akhlaq. Ilmu Akhlaq ialah ”Ilmu yang mempelajari tentang ukuran-ukuran baik dan buruk, terpuji dan tercela bagi setiap perbuatan manusia yang lahir dan batin.[41] Jadi materi pembahasan dalam Ilmu Akhlaq meliputi semua perbuatasn manusia terminus sikap, pikiran, tingkah laku, perkataan dan keadaan jiwanya ditinjau dari segi ukuran-ukuran baik dan buruk atau terpuji dan tercela.

Maka dalam melaksanakan perbuatan akhlaq harus bisa mengamalkan akhlaq itu sendiri/ dalam surat Al Qolam ayat 4 dijelaskan .

y7¯RÎ)ur 4’n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã ÇÍÈ

Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Qs.AlQolam:4)[42]

Akhlaq merupakan adat yang terjadi dan dilakukan oleh masyarakat secara kebetulan dan tidak sengaja dikehendaki adanya maka hal semacam itu tidak dinamakan akhlaq.

Dalam pengertian akhlaqbadalah kemauan yang kuat tentang semua yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi adat (membudaya) yang mengarah kepada kebaikan atau keburukan. Imam ghozali membuat definisi diatas yaitu. ”bahwasannya Akhlaq dalam hal ihwal yang melekat dalam jiwa, daripadanya timbul perbuatan dengan mudah tanpa dipikirkan dan teliti”.[43]

Bila seseorang banyak tindak tanduknya banyak cenderung berbuat baik sesuai dengan ajaran Islam maka dinamakan Akhlaq yang baik dalam sebuah hadist Bulugul Marom djelaskan.

وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَكْثَرُ مَا يَدْ خُلُ الجَنّةَ تَقْوِى اللَّه  ِ و حسن الحُلْقِ (رَوَاهُ التِرْ مِذِى وَ صَحِحُهُ الحَاكِمِ)

Artinya :

Dari Abu Hurairoh berkata : Rosululloh SAW bersabda: Kebanyakan amal yang menyebabkan masuk surge adalah takwa kepada Allah dan perangai yang baik”.(HR. Tirmizi dan di shokhehkan Al Hakim)[44]

 

Dengan demikian penulis menarik kesimpulan Dari pengertian Akhlaq diatas adalah tingkah laku yang telah melekat pada diri seseorang yang timbul perbuatan yang baik tanpa dipikir dan diteliti dan bertakwa kepada Allah yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus sehingga ia berbuat secara spontanitas.

  1. Pengertian Kharimah

Pengertian Akhlakul karimah dalam pembahasan skripsi ini  adalah secara baik atau mulia sebagainama firman Allah SWT.

 

Artinya :

Setiap kebaikan yang kamu kerjakan. Maka sesungguhnya Allah maha mengetahui. (Al Baqoroh. 215)[45]

 

Al Qur,an dan Al hadits merupakan pedoman hidup dalam Islam yang menjelaskan kriteria atau ukuran baik budi pekertinya perbuatan manusia.

Berikut ini hadits yang menerangkan tentang akhlakul karimah:

وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَكْمَلُ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خَلْقًا وَخَيَارَكُمْ لِنِسَائِهِمْ(رَوَاهُ التِرْ مِذِى وَقِيْلَ حَدِيْثُ حَسَن صَحِيْحُ)

Artinya :

Dari Abu Huroiroh RA berkata : Rosululloh SAW bersabda : mukmin yang paling sempurna akhlaqnya adalah yang paling baik budi pekertinya, sedang orang terbaik diantara kamu adalah yang paling baik kepada perempuan. (HR. Tirmidzi dan beliau berkata ia adalah Hadist hasan).[46]

 

Jadi yang dimaksud dengan akhlakul karimah dalam skripsi ini ialah akhlak yang baik budi pekerti, yang baik perbuatan dan tingkahlaku yang baik mudah dikerjakan tanpa dipikirkan dan pertimbangan.

  1. Dasar – dasar Akhlaqul Kharimah

Akhlaqul karimah adalah akhlaq yang menurut ajaran Islam sedangkan dasar dari ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan Hadist atau sunnah rosul.

Al qur’an dan hadist merupakan pedoman hidup dalam Islam yang menjelaskan kriteria atau ukuran baik buruknya perbuatan manusia. Islam menganjurkan agar umatnya melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk ukuran baik ditentukan dalam Al qur’an, firman Allah:

ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’Îû ÉAqߙu‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# t

Pöqu‹ø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ

Artinya :

Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh SAW yaitu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiyamat dan banyak menyebut nama Allah SWT.(QS. Al Ahzab: 21)[47]

 

Untuk memahami al qur’an lebih terinci, umat Islam diperintahkan untuk mengikuti ajaran Rosululloh SAW. Karena perilaku Rosululloh adalah contoh yang nyata yang dapat dimengerti oleh manusia.

Dasar dasar Akhlaqul karimah menurut ajaran agama Islam adalah sama dengan dasar Islam itu sendiri yaitu :

  1. Al-Qur’an

Al-Quran menrut dasar sumber ajaran akhlaq yang mulia. Siti Aisyah ketika ditanya tentang akhlaq rosulullah, ia mengatakan : ” Akhlaq Rosulullah adalah Al-Quan”. Hadist dari Aisiyah ini menunjukakn bahwa Al-Quran merupakan dasar utama dan pertama bagi Akhlaq.

Islam mengajarkan umatnya melakukan amal yang baik dan mencegah melakukan amal yang buruk, ukuran baik dan buruk itu ditentukan oleh Allah di dalam Alqura’an.

  1. Sunanah Rosul

Di dalam Al Qur’an disebutkan pokok-pokok umum tentang akhlaq. Untuk memahami yang terinci, umat Islam diperintahkan agar mengikuti ajaran Rosulullah SAW. Karena tindak tanduk prilaku beliyau itu merupakan contoh kongrit yang dapat ditangkap oleh manusia. Dalam sabdah Rosulullah SAW :

وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 إنما بعثت لأتمم مكارمالأخلاق(رَوَاهُ البُخَار)

Artinya :

“sesungguhnya aku diutus oleh Tuhan (Allah), hanya umtuk menyempurnakan Akhlaq”38[48]

 

 

  1. Hati Nurani Muslim

Kadang terdapat adat istiadat terdapat adat istiadat yang diatur dalam Al Quran dan sunah Rosul, maka disini diperlukan pertimbangan hati nurani myang didasarkan pada ajaran Islam yang umum yaitu Islam membawa kebaikan lahir dan batin bagi semua makhluk dan menjauhkan dicari segala kerusakan. Baik kerusakan fisik atau kerusakan jiwa.

Dalam hadist dijelaskan :

إِسْتَقِيْمُوْا وَنِعْمَا أَنْ أَسْتَقِمْتُمْ وَخَيْرَ أَعْمَالُكُمْ الصَّلَاةَ وَلَنْ يُحَافِظُ عَلَى الوُضُؤِ اِلاَّكُلِّ مُؤْمِنِ

 (رَوَاهُ إِبْنُ مَاجَهْ عَنْ أَبِى اُمَامَةَ)

Artinya :

Berpendirian teguh kalian, sebaik-baik upaya adalah dengan berpendirian teguh, dan sebaik baik perbuatan kalian adalah Sholat, tiada seorang pun yang dapat memelihara wudhu selain orang mukmin (HR. Ibnu Majah).[49]

 

  1. Sumber Sumber Akhlaq

Untuk membentuk bahwa perbuatan seseorang itu baik dan terpuji atau buruk dan tercela iaalah melakukan ukuran-ukuran dan nilai-nilai terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Segala yang ada di ajurkan untuk melakukannya Al-Qur’an dan As-Sunnah itu pasti bernilai baik dan terpuji. Sedangkan sesuatu yang dibenci atau dilarang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah pasti bernilai buruk dan tercela.

Sebab ukuran dan niulai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-sunnah itu itu datang dari wahyu ilahi, oleh karena itu kebenarannya mutlak dan berlaku untuk semua orang tanpa memandang waktu, tempat, lingkungan dan jenis. Berbeda dengan ukuran dan nilai-nilai yang bersumber dari hasil pemikiran para ahli filsafat yang bertentangan antara pendapat satu dengna pendapat lain dan sulit untuk dijadikan pandangan yang kuat.

Oleh karena itu baik dan buruk dan terpuji dan tercela itu mulai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maka sumber-sumber pokok Akhlaq iyalah Al-Qur’an danAs-sunnah seperti pesan lukman hakim adalah hamba Allah SWT yang memp[eroleh anugrah hikmah. [50]

Allah SWT menuliskan tentang orang yang memperoleh hikamah sebagai berikut :

’ÎA÷sムspyJò6Åsø9$# `tB âä!$t±o„ 4 `tBur |N÷sムspyJò6Åsø9$# ô‰s)sù u’ÎAré& #ZŽöyz #ZŽÏWŸ2

 3 $tBur ㍞2¤‹tƒ HwÎ) (#qä9′ré& É=»t6ø9F{$# ÇËÏÒÈ

Artinya:

Allah memberikan hikmah kepada orang yang dikehendakinya,barang siapa yang diberi hikmah maka ia sungguh telah memperoleh kebijakan yang banyak.(Qs.Al-Baqoroh.269)[51]

 

  1. Tujuan Akhlaq

Yang dimaksud dengan tujuan Akhlaq adalah agar manusia dapat menjadi baik, dan terbiasa pada yang baik tersebut. Baik akhlaknya akan mempermudah membiasakan kebaikan – kebaikan yang lain.

Dalam Al qur’an telah dijelaskan bahwa perbuatan umat manusia akan dijadikan saksi di akhirat nanti.

y7Ï9ºx‹x.ur öNä3»oYù=yèy_ Zp¨Bé& $VÜy™ur (#qçRqà6tGÏj9 uä!#y‰pkà­ ’n?tã Ä

¨$¨Y9$# tbqä3tƒur ãAqߙ§9$# öNä3ø‹n=tæ #Y‰‹Îgx© 3

Artinya:

Dan demikianlah kam telah menjadikan ( umat Islam ) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi – saksi ( perbuatan ) manusia dan agar Rosul ( Muhammad ) menjadi saksi atas ( perbuatan ) kamu. ( QS. Al Baqoroh ayat 143)[52]

 

Dan demikian telah dijelaskan di atas bahwa kesannya manusia hidup di dunia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat nanti, dan sebagai konfeksi kelengkapan potensi fifik dan moral. Hal ini sesuai dengan do’a yang selalu dibaca Nabi, yang artinya sebagai berikut :

“ Ya Allah tuhan kami, sebagaimana engkau telah baguskan kejadian kami, maka baguskanlah perangai kami “ [53]

Dapat diambil pelajaran bahwa Akhlaq bertujuan mewujudkan kewajiban yang harus ada bagi manusia. Akhlaq yang jelek sangat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat. Salah satu pernyataan Lukman Hakim dalam wasiatnya terhadap anaknya.

“ Wahai anakku ! aku sudah pernah memikul batu – batu besar dan mengangkat besia yang besar – besar, akan tetapi aku tidak pernah merasakan sesuatu yang lebih berat dari tenaga yang buruk perangainya”. [54]

Dengan demikian secara terperinci tujuan akhlaq sebagai berikut:

  1. Untuk dapat menghormat Allah dengan semestinya
  2. Meniru perilaku Rosulullah SAW
  3. Memperbaiki akhlaq sangat menentukan beratnya timbangan amal baik. Lantaran akhlaq yang bagus, dapat menentukan bobot amal baik ( mizan).
  4. Sebagai bukti keindahan Islam
  5. Akhlaq yang baik menentukan dapat masuk surga
  6. Sebagai konsekuensi kelengkapan potensi fisik dan moral
  7. Mengurangi meniadakan perangai yang buruk ( Akhlaq Madzmumah ).

 

  1. Ciri – cirri Akhlaqul Karimah

Ciri – ciri akhlaqul karimah ini sangat banyak sekali dan yang dikemukakan dalam sekripsi ini adalah ciri – ciri Akhlaqul Karimah menurut pendapat Drs. H. Nasrun Rusli : Akhlakul karimah atau akhlak terpuji ialah Akhlaq atau sifat – sifat yang baik ada pula di diri Rosulullah SAW.

Dari sekian banyak sifat – sifat terpuji tersebut banyak disimpulkan menjadi kelompok besar yang mencakup semua sifat – sifat yang baik yaitu:

  1. Memelihara harga diri optimis, ikhlas, sabar, menepati janji, pemaaf, jujur, amanah, hemat dan lemah lembut.
  2. Assyaja’ah ( berani menegakkan kebenaran )
  3. Al Qonaah ( sederhana, mereka merasa cukup dan adil )
  4. Persaudaraan dan persatuan.[55]

A)    memelihara harga diri

  1. Optimis atau mempunyai cita – cita yang tinggi, yaitu keinginan yang dibarengi dengan usaha yang sungguh – sungguh dan penuh kesabaran. Firman Allah dalam surat Yusuf ayat 87:

!$uZø‹ym÷rr&ur 4’n<Î) 4Óy›qãB Ïm‹Åzr&ur br& #uä§qt7s? $yJä3ÏBöqs)Ï9 uŽóÇÏJÎ/ $Y?qã‹ç/ (#qè=yèô_$#ur ö

Nà6s?qã‹ç/ \’s#ö6Ï% (#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# 3 ΎÅe³o0ur šúüÏZÏB÷sßJø9$# ÇÑÐÈ

Artinya:

Janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah nelainkan kaum kafir.[56]

  1. Ikhlas

Ikhlas adalah melaksanakan sesuatu amalan semata karena Allah. Ibadah yang dianggap sah oleh Allah adalah ibadah yang dikerjakan dengan ikhlas karena Allah tanpa dicemari oleh tujuan lain.

  1. Sabar

Sabar adalah orang yang menahan diri atau mengandalikan hawa nafsu, sering disebut dengan kemampuan seseorang menahan emosi. Cara membiasakan sabar tidak ada jalan selain dengan cara berlatih sehingga kita mampu berbuat sabar, antara dengan dzikrullah, dan mengendalikan emosi.[57]

  1. Menepati janji

Memberikan janji dalam kehidupan sehari – hari sering kita jumpai misalnya: ada orang yang memiliki piutang, ia berjanji akan memenuhi hutangnya itu dengan jangka waktu yang telah aditentukannya sendiri. Orang yang selalu menepati janji disukai oleh Allah dan orang yang mengingkari janji termasuk golongan orang munafiq. Sebagai mana telah disebutkan dalam hadits Nabi SAW:

اَيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَ إِذَحَدِيْثُ كَذِبْ وَإِذَوَعَدْاَخْلَفُ وَإِذَ وتمن خَانَ (مُتَفَقٌ عَلَيْهِ)

Artinya:

Tanda – tanda orang munafik ada 3 yaitu apabila berbicara ia dusta, apabila berjanji dia ingkari, dan apabila dipercaya dia berkhianat. (HR. Bukhori Muslim)[58]

 

  1. Pemaaf

Artinya orang yang memberi maaf kepada peminta maaf adalah menjalankan Akhlak yang luhur. Di dalam agama Islam diajarkan agar semua orang suka memaafkan kesalahan orang lain, terutama yang secara sadar mau minta maaf atas kesalahannya.

  1. Jujur

Yaitu sifat atau sikap seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya, apa adanya, tidak ditambah dan tidak pula dikurangi dalam hubungannya sesame manusia, dan jangan samapai apa yang dikatakan dan yang dilakukannya itu menyakiti orang lain.

Sabda Rosulullah SAW

وَعَنْ أَبِى مَسْعُودٍ رَضِى اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِى صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنْ الصِّدْقُ يَهْدِى اِلَى البِرِّ وَاِنْ البِرِّ يَهْدِى اِلَى الجَنَّةِ (مُتَفَقٌ عَلَيْهِ)

Artinya:

Dari Ibnu Mas’ud RA dari Nabi SAW, beliau bersabda: sesungguhnya berkata benar itu menunjukkan pada kebaikan, sesungguhnya kebaikan akan menunjukkan ke surga. ( HR. Bukhori Muslim )[59]

  1. Amanah

Dapat dipercaya lawannya khianat, artinya tidak dapat dipercaya. Agama Islam mengajarkan agar kita dapat menjaga amanat yang di percayakan kepada kita baik amanat itu dating dari manusia apalagi datngnya dari Allah. Amanah itu bermacam – macam diantaranya beruap harta benda, keprcayaaan, jabatan maupun sesuatu rahasia.

  1. Hemat

Bersikap hemat adalah termasuk akhlak terpuji. Orang yang mempunyai sifat hemat, pasti tidak akan menyia-nyiakan waktu karena waktu adalah barang yang berharga dan bermanfaat. Hemat bukan berarti kikir atau pelit, hemat berarti tidak boros dan tidak suka menghambur – hamburkan harta.

  1. Lemah lembut

Adalah suatu sikap yang ada pada diri seseorang yang berakhlaq baik. Orang yang memiliki sikap lemah lembut biasanya mempunyai perasaan halus, memiliki rasa belas kasihan kepada semua dalam pergaulan. Ia akan mempunyai belas kasihan kepada semua hamba Allah yang ada di muka bumi ini. Rosulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِسَةَ رَضِى اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

 اِنْ اللَّهَ رَفِقُ يُحِبُّ الرَفِقُ فِى الاَمْرِ كُلِّهِ (مُتَفَقٌ عَلَيْهِ)

Artinya:

Dari Aisyah RA, dia berkata: Rosulullah SAW bersabda: sesungguhnya Allah lemah lembut. Senang pada sifat lemah lembut dalam segala urusannya. ( HR. Bukhori Muslim)[60]

 

Kash saying dan lemah lembut itu mencangkup tiga bagian yaitu:

  1. Lemah lembut terhadap hak – hak Allah
  2. Lemah lembut terhadap sesame manusia
  3. Lemah lembut terhadap benda – benda dan lingkungan hidup.

B)      Assyaja’ah

Adalah berani menghadapi bahaya atau penderitaan dengan penuh ketabahan sesuai dengan tuntutan agama Islam.

Hakikat dari keberanian itu tidak terlepas dari keadaan – keadaan sebagai berikut:

  1. Berani membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah
  2. Berani membela hak milik jiwa dan raga
  3. Berani membela kesucian Agama dan kehormatan bangsa

Dalam kehidupan sehari – hari banyak sekali tindakan – tindakan yang memerlukan keberanian seseorang yaitu memelihara adanya bahaya yang akan menimpa diri, keluarga dan bangsa lalu ia tampil ke depan untuk mengatasi bahaya tersebut.

Sifat berani (assyaja’a h) ini sangat perlu dimiliki oleh setiap orang Islam sebab hilangnya sifat ini dari kalangan umat Islam berakibat lemahnya kekuatan Islam. Dalam sifat Assyaja’ah ini manusia pada umumnya harus berani membela yang benar dan takut pada yang salah.

C)      Al Qonaah

Adalah rela menerima apa yang diterimanya, bersikap terbuka dan menjauhkan diri dari sikap tidak puas.

Adanya sifat Qonaah pada diri seseorang bukan berarti hanya menganggap cukup dalam menerima sesuatu kemudian bermalas – malasan akan tetapi seandainya sudah berusah maksimal dengan cara yang wajar namun hasilnya belum sesuai dengan apa yangh diharapkan maka ia dengan rela hati menerima hasil tersebut dan menyerahkan diri pada Allah untuk membantunya karena Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana.

Apabila sifat dan sikap Qonaah itu melekat pada diri seseorang, biasanya orang tersebut selalu merasa tentram dalam hidupnya. Tenang dalam menghadapi cobaan, menghadapi gejolak dan liku – liku kehidupan, tanpa melupakan kesejahteraan serta keselamatan hidupnya. Dan tidak mau ikut dalam urusan orang lain, dan pada saat orang lain itu membutuhkan kita maka kita harus bersegera untuk membantunya.

Orang syang bersifat Qonaah adalah orang yang giat bekerja untuk memperoleh hasil sebaik – baiknya. Dari hasil yang diperoleh itu kemudian disyukuri dengan penuh kerelaan, tidak mengeluh dan jengkel. Ia menyadari bahwa apa yang diperoleh adalah pemberian dari Allah SWT, sehingga ia selalu bahagia dengan apa yang ada pada dirinya.

D)      Persaudaraan dan Persatuan

Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang lemah, sehingga tidak mungkin hiduo sendiri. Setiap orang membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial artinya manusia itu harus bersama – sama dengan orang lain oleh karenanya secara kodrati manusia dalam kehidupannya. Orang – orang Islam harus saling mengenal menuju satu kesatuan dan persatuan. Allah SWT juga menegaskan dalam Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 10:

$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹r’sù tû÷üt/ ö/ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ

Artinya:

Sesungguhnya orang – orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kdua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat. ( QS.Al Hujurat: 10)[61]

  1. Pendidikan Akhlaq

Ada beberapa perkara yang menguatkan pendidikan akhlak dan meninggikannya. Disini kami tuturkan yang terpenting, ialah:

  1. Meluasnya lingkungan pikiran, yang telah dinyatakan oleh “ Hebert Spencer” akan kepentingannya yang besar untuk meninggikan akhlak. Lingkungan pikiran itu sempit, menimbulkan akhlak yang rendah seperti apa yang kita lihat pada orang yang bersifat kesaya – sayaan, yang tidak suka kebaikan kecuali untuk dirinya dan tidak melihat dalam dunia ini, orang yang pantas mendapatkan kebaikan kecuali dia. Cara mengobati pernyakt ini ialah dengan meluaskan pandangannya sehingga mengetahui harga dirinya di dalam masyarakat.
  2. Berkawan dengan orang yang terpilih. Setengah dari yang dapat mendidik akhlak ialah berkawan dengan orang yang terpilih, karena manusia itu suka mencontoh seperti mencontoh orang sekelilingnya dalam pakaian mereka, juga mencontoh dalam perbuatan mereka dan berperangai dengan akhlak mereka. Maka berkenaan dengan orang – orang yang berani dapat memberikan ruh keberanian pada jiwa orang penakut, dan banyak dari orang pandai fikirannya.
  3. Membaca dan menyelidiki para pahlawan dan yang berfikir luar biasa. Dan banyak orang yang terdorong mengerjakan perbuatan yang benar, karena membaca hakekatnya adalah orang benar. Dan yang berhubungan dengan semacam in ialah perumpamaan dan hikmah kiasan, banyak mempengaruhi kepada jiwa dan lebih dekat pada fikiran.
  4. Yang lebih penting memberi dorongan kepada pendidikan akhlak ialah supaya orang mewajibkan dirinya melakukan perbuatan baik bagi umum, yang selalu diperhatikan olehnya dan dijadikan tujuan yang harus dikerjakannya sehingga berhasil.
  5. Apa yang kita tururkan di dalam “kebiasaan” tentang menekan jiwa melakukan perbuatan yang tidak ada maksud kecuali menundukkan jiwa, dan menderma dengan perbuatan tiap – tiap hari dengan maksud membiasakan jiwa agar taat dan memelihara kekuatan penolak sehingga diterima ajaran baik dan ditolak ajaran buruk.

Dalam pendidikan akhlak pasti memerlukan obat Penyakit Akhlak

Aristoteles telah berkata: bila akhlak seseorang melebihi batasnya, maka supaya diluruskannya dengan keinginan pada sebaliknya. Dan bila seseorang terasa dirinya melampui batas di dalam hawa nafsu, maka suapay dilemahkan keinginan ini dengan zuhud ( tidak mementingkan dan ketarik pada keduniaan ).[62]

Hendaknya perhatian kita bahwa sebaiknya bagi manusia bila ia akan melepaskan dirinya dari akhlak yang buruk, supaya janganlah selalu memikirkannya. Bahkan bekerja dengan sungguh untuk mewujudkann di tempatkannya akhlak baru yang luhur, karena bila mamperpanjang fikiran terkadang mendatangkan kelemahan jiwa dan kurang percaya pada dirinya. Adapun bila ia menimbulkan barang baru yang baik, ditempat lama yang buruk, semangatlah jiwa dan terbuka dihadapannya pintu pengharapan. Maka barang siapa menjudi peminum umpamanya, janganlah memikirkan akan keadaannya, kecuali sekedar apa yang dapat merubah perbuatan itu. Lalu menghadapkan keinginannya kepada perbuatan yang baru, seperti membaca buku yang menarik atau melakukan perbuatan besar yang dapat memenuhi fikirannya dan melupakan minumnya.[63] Dengan demikian keinginan yang buruk berubah menjadi keinginan yang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE  PENELITIAN

 

  1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan obyek yang diteliti, pengertian populasi menurut Dr. Suharsini arikunto adalah sebagai keseluruhan dari obyek penelitian. 56 adalah obyek penelitian di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Kec. Wonoasri Kab.Madiun. adalah siswa, guru, dan kepala sekolah maka mata pelajaran yang diajarkan pada sekolah ini dianggap oleh penulis untuk dijadikan obyek penelitian dan perinciannya adalah sebagai berikut.

 

Sekolah MTs Al-Basmalah

L

P

Jumlah

Keterangan

Kelas

VII

VIII

IX

24

34

17

14

41

14

38

75

31

 

 

 

74

70

144

 

 

  1. Sampel

Menurut Prof. Dr. sutrisno Hadi MA bahwa yang dimaksud sampel adalah :

“sangat jarang orang menelidiki seluruh penduduk untuk menetahui setiap pendapat mereka melainkan hanya sebagian saja walaupun begitu kesimpulan –  kesimpulan dari penelidikan itu tidak dibatasi pada orang – orang lain yang turun menjadi obyek penelidikan sebagai individu yang diselidiki untuk siap kenyataan – kenyataan yang deperoleh dari sampel itu hendak digeneralisasikan disebut sebagai populasi atau universe.[64]

Adapun tenmtang besar kecilnya sampel diambil dari populasi tidak ada ketentuan yang jelas dalam hal ini Prof. Dr. Sutrisno Hadi MA menyatakan bahwa :

“sebenarnya tidak ada ketentuan mutlak berapa suatu sampel harus diambil dari populasi.[65]

Akan tetapi menrut suharini arikuntomenjelaskan bahwa :

” sekedar ancer-ancer maka apabila subyek kurang dari 100 lebih, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan populasi, selanjutnya jika jumlah subyeknya bersar dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25%.[66]

 

 

 

 

 

Tabel II

Sampel penelitian MTs Al-Basmalah Plumpungrejo

Tahun elajaran 2010

 

NO

Kelas

Jumlah

25 %

SAMPEL

1

VII

38

38 x 25% = 10

10

2

VIII

75

75 x 25% = 18

18

3

IX

31

31 x 25% = 7

7

Jumlah

144

Jumlah

35

*penentuan sampel dengan menggunakan rondom sampling

 

  1. Metode Pengumpulan Data
    1. Metode Interview

Interviu yang juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer).

Interviu digunakan oleh peneliti untuk meneliti keadaan seseorang misalnya untukmencari tentang variabel latar belakang murid atau orang tua, pemdidikan, perhatian, sikap sesuatu.

Ditinjau dari pelaksanaanya, maka dibebaskan atas :

  1. Interviu bebas, unguided Intervew, dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi menginagt akan data apa yang akan dikumpulkan.
  2. Interviu terpimpin, guided imtervew, yaitu yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang dimaksud dalam interviu.
  3. Interviu bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interviu bebas dan interviu terpimpin.

Metode ini digunakan oleh penulis untuk mengetahui data tentang :

  1. Sejarah berdirinya MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Kec. Wonoasri KAb. Madiun
  2. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di MTs Al – Basmalah Plumpungrejo Wonoasri Kab.Madiun.
  3. Keaktifan siswa dalam mengikuti bidang setudy pendidikan agama Islam.
  4. Metode Observasi

Yaitu metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung, secara sistematis terhadap kenyataan – kenyataan yang diselidiki. Di dalam pengertian pesikologi, observasi atau disebut juga dengan pengamatan, meliputi pemusatan, perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indra.

Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian digunakan untuk menyebut jenis observasi yaitu :

  1. Obser vasi non isitematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak mengunakan intrumens pengamatan.
  2. Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamatdengan mengunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.

Metode ini dipergunakan untuk mengetahui data tentang :

  1. Letak geografis MTs Al – Basmalah Plumpungrejo
  2. Sarana dan prasarana fasilitas madrasah tempat penelitian.
  3. Tentang kebiasaan siswa sehari – hari
  4. Struktur organisasi kepegawaian di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo. Wonoasri Kab. Madiun.
  5. Metode angket

Adalah suatu daftar pertanyaan yang diajukan kepada pihak atau orang yang dimintai pendapat tentang pribadinya untuk memberikan jawaban yang dianggap cocok atau dipercaya. Pada metode ini, pertanyaan diajukan secara tertulis dan disebarkan kepada para responden untuk dijawab, dikembalikan lagi kepada pihak peneliti.

Angjket ini digunakan untuk mendapatkan data melalui angket langsung kepada siswa untuk menetahui tentang :

  1. Untuk memperoleh data tentang sikap siswa dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam
  2. Untuk memperoleh data tentang hambatan – hambatan yang mempengaruhi pendidikan agama Islam dalam upaya meningkatkan akhlaqul karimah.
  3. Untuk memperoleh data tentang sikapsiawa terhadap materi pendidikan agama Islam yang berkaitan dengan akhlqul karimah.
  4. metodeAnalisa Data

yang dimaksud dengan metode analisa data adalah uasaha secara konkrit agar data yang dihimpun itu dapat diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dibuktikan. Halmini akan dapat menjadikan kenyataan apabila data tersebut tersusun dan diolah dengan sistematis yang baik. Menurut Drs. H. Nazar Bakry dalam bukunya menyatakan :

”Analisa dataadal;ah serangkaian kegiatan mengolah seperangkat hasil baik dalam bentuk pertemuan baru maupun dalam bentuk pembuktian kebenaran hipotesa.[67]

Sedangkan maksud dari metode analisa data dengan sesuai njenis penelitian yang dipilih merupakan cara yang digunakan untuk mengolah dan menyusun data yang terkumpul untuk ditarik suatu kesimpuilan menuju suatu kebenaran yang dapat diprtanggung jawabkan untuk dayta kualitatif penulis menggunakan teknik data kwalitatif yaitu jadi pertama-tama penulis mulai dari fakta – fakta kudus menuju sitem umum. Dari dari penjalasan sifatnya umum tersebut, penulkis menyelidiki lagi fakta – fakta untuk mengecek penjelasan brrkeyakinan tentang obyek personal sampai pada suatu pemecahan hasil yang dicapai.

  1. Untuk data yang kuatitatif penulis menggunakan teknik data statistik Diskriktik adalah setatistik yangmempunyai tugas menggorganisasikan dan menganalisa data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas, jelas mengenai suatu gejala peristiwa atau keadaan makna tertentu.[68]
  2. Reflektif tingking, yang dimaksud reflektif tingking adalah mengkombinasikan yang baik dari dua cara metode yaitu induktif dan deduktif. Bahwa penyelidikan mula-mula bergerak dari fakta-fakta itu hal ini dilakukan secara terus menerus sampai diperoleh ekspalansi eksplansi yang memberikan kenyakinan padanya tentang obyek persoalan. Jadi jelas penulisan menggunakan metode dan Reklektif thingking sebagai usaha atau langkah menuju kesempurnaan skripsi ini.

Sehingga dapat mengambarkan penyajian angka-angka dan presentasenya dengan mengunakan rumus :

P  =    X  100 % [69]      F = frekuensi

                                         N = jumlah Frekuensi / banyaknya indifidu

                                         P = Angka Presentase

 

 

 

 

 

 

BAB IV

LAPORAN HASIL PENELITIAN

 

  1. Gambaran umum MTs Al-Basmalah Plumpungrejo wonoasri Kab. Madiun
    1. Sejarah berdirinya MTs Al-Basmalah
      1. Berdirinya MTs Al-Basmalah
      2. Tujuan

Landasan utama didirikan MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Adalah niat dan tekat untuk menolong para anak-anak tamatan SD/MI disekitar MTs, utamanya anak-anak dari keluarga miskin.

  1. Kepala sekolah
    1. KH. Anwar afandy
    2. K. M.Osen S.Ag
    3. KH. Ngahdul qodim, S.Pd.I
    4. Pendidik

Dengan dibukanya MTs Al-Basmalah guru dari pemerintah untuk mengajar MTs Al-Basmalah. Dan ada juga sebagaisukuwan untuk mengajar di MTs./ tahun demi tahun MTs dikelola oleh pendidik yang yang berprestasi sehingga MTs Al-Basmalah kini kemajuan sangat pesatsekali.

 

 

  1. Perkembangan MTs Al-Basmalah

Dari tahun ketahun MTs Al-Basmalah ini mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat yang positif dan semakin banyak anak-anak yang lulus dari SD/MI disekitar MTs atau diluar sekitar MTs mendaftar di MTs Al-basmalah.

Dan sarana Global MTs ini memiliki ruang kelas1 aula, perpustakaan dan 10 komputer.

  1. Letak Geografis

MTs Al-Basmalah terletak di Desa Plumpungrejo kecamatan wonoasri Kabupaten Madiun

  1. Saranna pendidikan

Sarana pendidikan MTs Al-Basmalah.

  1. Gedung MTs Al-Basmalah

-          Runag belajar                    7 Ruang

-          Runag kepala sekolah       2 Ruang

-          Runag guru                       1 Ruang

-          Perpustakaan                     1 Ruang

-          Raunag komputer              1 Ruang

-          Ruang tata Usaha              1 Ruang

-          Gudang                             1Ruang

-          Masjid                               1Ruang

Jumalah                                   15 Ruang

Setiap ruangan dilengkapi dengan penerangan PLN

  1. Perlengkapan di ruang Kepala sekolah

-          Meja kursi kerja                 1 Set

-          Meja Kursi Tamu              1 Set

-          Almari + Brangkas            2 Set

-          Kelender                           1 Set

  1. Perlengkapan diruang Guru

-          Meja kursi kerja                 20 set

-          Almari                               2 set

-          Almari rak                         1 set

-          Dan alat kelengkapan administrasi lainnya.

  1. Perlengkapan diruang TU

-          Meja siswa                        148 Buah

-          Kursi siswa                        148 Buah

-          Meja kursi guru                 7 buah

-          Papan tulis dan papan absen 7 buah

  1. Perlengkapan diruang kelas
  2. Keadaan guru, Karyawan, Murid.
  3. Keadaan MTs Al-Basmalah

Para Guru dalam mengembangkan misi pendidikan sangat penting dalam memperlancar aktifitas belajar mengajar, serta mewujudkan kwalitas pendidikan

Data guru MTs Al-Basmalah Plumpungrejo pada tahun ajaran 2010/2011 semua berjumlah 19 Guru, baik dibidang umum maupun bidang agama, terdiri dari guru pegawai negri. Dengan perincian sebagai berikut :

 

KEADAAN GURU DI MTs AL-BASMALAH PLUMPUNGREJO

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

NO

NAMA

Tamatan

Terakhir

Jabatan

Mengajar

Bidang Study

1

KH. Ngahdul Qodim, S.Pd.I

SI PAI

Kasek

 

2

Amtari Fakhruddin, BA

SARMUD

Guru

Bahasa Arab

3

H. Imam Djurjani Saha

SI PAI

Wakasek

Fiqih

4

Dra. Siti Rochmah

SI PAI

Guru

SKI

5

Dra. Ummi Salamah

SI Pendidikan

Guru

B.Indonesia

6

Syaiful Bahri, S.IP

SI Pendidikan

Wakasis

PKn

7

Samiran, S.Pd

SI Pendidikan

Wakur

Matematika

8

Tinuk Rachmawati, S.Pd

SI Pendidikan

Guru

IPS

9

Rustini, S.Pd

SI Pendidikan

Guru

IPA

10

Indah Bilqis Rosyidah, S.Pd.I

SI PAI

Guru

Qura’an Hadits

11

Aning Fardiana, S.Pd.I

SI PAI

Guru

Qur’an Hadits

12

H. Komari Samuri, S.Pd.I

SI PAI

Guru

Bahasa jawa

13

Sunarto, BA

SARMUD

Guru

B.Inggris

14

Sobwan

SLTA

Guru

Akhidah Akhlaq

15

Badjuri, BA

SARMUD

Guru

Seni Budaya

16

Alvy Ulyana Taurisandy, S.Th.I

SI PAI

Guru

Mulok

17

Ahmad Fatahillah Jurjani

SLTA

Guru

TIK

18

Suryanto

SLTA

Guru

Penjassorkes

19

Harmiati

SLTA

Guru

B.Inggris

  1. Data karyawan/karyawati MTs Al-Basmalah Plumpungrejo

Karyawan /Karyawati tahun 2010 sejumlah 4 orang keempat orang tersebut juga sebagai guru. Perincian sebagai berikut :

No

Nama

L

P

Keterangan

1

Sobwan

L

 

KTU

2

Ahmad Fatahillah J

L

 

 

3

Suryanto

L

 

 

4

Harmiati

 

P

 

 

  1. Keadaan siswa. Struktur organisasi MTs Al-Basmalah Plumpungrejo.

Keadaan siswa suatu sekolah sangat menentukan, disampuing unsur guru dan sarana. Berdasarkan dokumen yang ada, menunjukakan murid MTs Al-Basmalah Plumpungrejosiswa MTs Al-Basmalah sampaai Tahun 2010/2011 berjumlah 144 siswa, baik laki maupun perempuan perincian sebagai berikut:

Siswa

L

P

Jumlah

VII

VIII

IX

25

34

13

14

41

41

39

75

31

 

74

70

144

 

Untuk mengetahui waktu belajar sisea MTs Al-Basmalah masuk pagi jam 07.00 sampai 12.30 WIB, ini digunakan pada hari senin sampai kamis dan sabtu. Dan untuk hari jum’at pulang jam. 10.30.

 

 

 

 

  1. Setruktur Organisasi MTs AL-Basmalah Plumpungrejo wonoasri Kab. Madiun
 

komite

 

Kepala Sekolah

   
 

Sekolah

 

KH. NGAHDUL QODIM, S.Pd.I

   
       

 

 

       
   

Wakasek

 

 

 

Kaut TU

   
   

H. IMAM JURJANI

 

 

 

SOBWAN

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

Kurikulum

 

Kesiswaan

 

 

Humas

 

Sarana

SAMIRAN,S.Pd

 

SYAIFUL BAHRI, S.IP

 

 

Dra. SITI ROCHMAH

 

Dra. R. UMMI SALAMAH

         

 

       
         

 

       
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Koor MGMP

   

 

 

BP/ BK

 

Wali Kelas

         

 

     

VII, VIII, IX

         

 

       
       

SISWA

     
                   
 

Keterangan :

             
 

_______________________

:  Garis Komando

   
 

…………………………………………

: Hubungan kerja siswa

   

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penyajian Data

Penyajian data ini dari hasil dari angket. Adapun untuk menganalisa data tersebut penulisan menggunakan frekwensi dengan rumus :

P  =    X  100 %

Keterangan :

F          : Frekuensi

N         : Jumlah Responden

N         : Prosedural

Penulisan penggunaan angket ini kepada siswa MTs Al-Basmalah sebanyak 144 esempel adapun rincian dari angket tersebut masing-masing :

Kelas          VII   Sebanyak      : 10 eksempler

                   VIII  Sebanyak     : 18 Eksempeler

                   IX    Sebanyak      :   7 Eksempeler

 

  1. PENYAJIAN DATA
    1. Sikap siswa dalam melaksanakan Pendidikan Agama Islama dan Akhlaqul Karimah di MTS Al-Basmalah Tahun Pelajaran 2010 – 2011 dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut.

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel 1

Apakah anda selalu menikuti pelajaran pendidikan agama Islam ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

27

8

75%

25%

Jumlah

35

100%

 

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel II

Apakah anda selalu mengikuti pelajaran pendidikan agama Islam ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

15

20

37,5%

62,5%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel III

Apakah Anda setiap hari membaca AlQur’an ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

13

17

5

31,5%

53,5%

15,6%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel IV

Apakah anda melakukan sholat lima waktu ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

15

20

37,5%

62,5%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel V

Apakah anda dalam belajar menggunakan alat belajar ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

28

7

38,8%

18,8%

Jumlah

35

100%

 

 

 

 

  1. Sikap siswa terhadap hambatan–hambatan yang dapat mempengaruhi pendidikan Islam dalam pembentukan Akhlaqul Karimah.

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel VI

Apakah anda menyukai pelajaran Agama ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

29

6

81,2%

18,8%

Jumlah

35

100%

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel VII

Apakah keluarga anda memberikan perhatian terhadap pendidikan agama anda ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

20

14

56,2%

43,3%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel VIII

Apakah guru PAI anda dalam menyampaikan materi pelajaran mudah diterima ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

18

13

46,9%

43,8%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel IX

Apakah anda selain belajar agama disekolah apakah anda belajar agama dirumah ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

18

13

46,9%

40,6%

Jumlah

35

100%

 

 

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel X

Dalam mengikuti pelajaran agama ada temanmu yang mengganggumu ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

3

18

14

9,3%

53,2%

37,5%

Jumlah

35

100%

 

  1. Hasil yang di capai dalam upaya menanamkan sikap Akhlaqul Karimah.

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel XI

Apakah anda selalu mengamalkan Akhlaq pada Allah, rosul, Guru dan Kedua orang tua ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

23

12

62,5%

35,5%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel XII

Apakah anda berprilaku baik pada guru danm teman ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

26

9

71,8%

28,2%

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel XIII

Apakah anda selalu memaafkan temanmu yang telah menyakiti hatimu ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

22

9

4

59,3%

28,2%

12,5%

Jumlah

35

100%

 

 

 

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel XIV

Bagaimana sikap anda terhadap guru PAI ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

35

100%

 

Jumlah

35

100%

 

Jawaban Responden dalam prosentase

Tabel XV

Bagamana sikap anda terhadap sesama makhluk hidup ?

Alternatif Jawaban

F

P

  1. Ya selalu
  2. Kadang – kadang
  3. Tidak pernah

32

100%

 

Jumlah

35

100%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

ANALISA DATA

 

Hasil penelitian tentang peranan pendidikan Agama Islam dalam pembentukan Akhlaqul karimah dapt digambarkan dalam analisa dari hasil angket sebagai berikut :

Dalam analisa data, penulis memperhatikan beberapa hal yang dapat dianalisa yaitu ?

  1. Sikap siswa dalam melaksanakan pendidikan agama Islam dan Akhlaqul karimah di MTs Al-Basmalah Plumungrejo tahun 2010/2011 dapat digambarkan dalam beberpa table :
    1. Pada table 1 dari item yang menyatakan anak selalu mengikuti pendidikan agama dari 35 responden yang menjawab ya selalu mengikuti 27 siswa (77,5%), kadang-kadang 8 siswa(22,5%) dan tidak pernah 0%

Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pelajran sangat tinggi sekali karena dari 35 person yang mengikuti sebanyak 77.5%.

  1. Pada Tabel II dari item dijelaskan yang menyatakan siswa yang selalu mengamalkan sunnah rosullullah SAW. Dari 35 responden yang menjawab, yang selalu mengamalkan 15 siswa (42,5%) kadang-kadang 20 siswa (57,5%), dan tidak pernah 0 ( 0%).

Dari item ini dapat disimpulkan bahwa dalam mengamalkan sunnah Rosulullah cukup karena yang mengamalkan sunnah rosulullah SAW dari 35 responden  kurang sebanyak 57%. 

  1. Pada Tabel III dari item dijelaskan yang menyatakan siswa yang selalu membaca Al-Qura’an  setiap hari. Dari 35 responden yang menjawab, yang selalu menamalkan 13 siswa (37,5%) kadang-kadang 17 siswa (48,5%), dan tidak pernah 5 ( 14 %).

Dari item ini dapat disimpulkan bahwa dalam membaca al-Qur’an siswa sangat kurang karena yang mengamalkan 37,5%, sedangkan yang kadang-kadang lebih banyak 48.5% dan tika pernah 14%.

  1. Pada Tabel IV dari item dijelaskan yang menyatakan siswa yang selalu mengerjakan Sholat 5 waktu. Dari 35 responden yang menjawab, yang selalu mengamalkan 20 siswa (57,5%) 15  kadang-kadang siswa (42,5%), dan tidak pernah 0 ( 0%).

Dari item ini dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan sholat 5 waktu baik sekali sekali karena dari 35 Responden yang sering melaksanakan sholat 5 waktu sebayak 575%.

  1. Pada Tabel II dari item dijelaskan yang menyatakan siswa yang selalu menggunakan alat belajar. Dari 35 responden yang menjawab, yang selalu mengamalkan 28 iswa (80 %) kadang-kadang 7 siswa (20%), dan tidak pernah 0 ( 0%).

Dari beberapa table diatas dapat disimpulkan secara garis besar bahwa pelaksanaan pendidikan Agama Islam di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo sudah sangat baik.dapat disimpulakan dari tabel 1 s/d 5 Dapat dilihat pada tabe dibawah ini:

no

TABEL

Yang Menjawab

Selalu Mengamalkan

Kadang kadang

Tidak pernah

1

I

77,5%

22,5%

0%

2

II

42.5%

57.5%

0%

3

III

37.5%

48.5%

14%

4

IV

57.5%

42.5%

0%

5

V

80%

20%

0%

Jumlah

78%

23%

14%

Rata-Rata

79%

21%

3%

Dari anlisa table diatas yang menjawab kadang –kadang mengikuti pelajaran Agama 20% itu harus ditingkatkan dalam mengikuti pelajarann agama karena pelajaran agama dalam suatu pengertian agama tersendiri. Dan yang menjawab kadang-kadang dalam melaksanakan amalan sunnah 57,5% harus lebih ditingkatkan lagi karena salah satu ciri Akhlaq yang baik dalam mencontoh Rosulullah. Dan yang menjawab tidak perah membaca Al-Qur’an 14 % harus ditingkatkan lagi dalam membaca Al-Qur’an, karena itu adalah ilmu Allah yang harus dipelajari setisp orang muslim.dan yang kadang-kadang melakukan sholat 5 waktu 57,5% harus ditingkatkan karena sholat 5 waktu adalah hukumnya fardhu’ain badi setuap muslim.

  1. Sikap siswa terhadap hambatan-hambatan yang dapat mempengaruhi pendidikan agama Islam dalam pembentukan Akhlaqul ka\harimah.
    1. Pada Tabel VI  dari item dijelaskan yang menyatakan siswa siswa menyuykai pelajaran agama jawaban Dari 35 responden yang menjawab, yang menunjukkan 28 siswa (80 %) kadang-kadang 7 siswa (20 %), dan tidak pernah 0 ( 0%).

Dari item ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata semuanya menyukai pelajaran agama. Karena dari 35 responden yang menyukai PAI sebanyak 80%.

  1. Pada Tabel VII dari item tenang keluaraga siswa yang memberikan perhatian terhadappendidikan agama . Dari 35 responden, yang menjawab diperhatikan orang tua 20 siswa (57,5%) kadang-kadang 15 siswa (40,5%), dan tidak pernah 0 ( 0%). Dari item ini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa keluarga siswa sudah banyak yang memberikan perhatian pada pendidikan agama Islam sebanyak 57,5%..
  2. Pada Tabel VIII dari item tentang apakah Guru PAI dalam menyampaikan maeri pelajaran mudah detrima dari responden 35 siswa yang menjawab ya 20 siswa (57,5%) kadang-kadang 15  siswa (40,5%), dan tidak pernah 0 ( 0%). Dari item ini ini menunjukkan bahwa siswa dalam berprilaku kepada guru dan temannya di sekolah baik karena 57,5%selalu mengamalkan.
  3. Pada Tabel IX dari item 15 dapat diketahui bahwa siswa tidak hanya belajar keagamaan di sekolah saja tetapijuga belajar keagamaan dirumah. Dari 35 responden yang menjawab ya 20 siswa (57,5%) kadang-kadang 15 siswa (40.5%), dan tidak pernah 0 ( 0%).

Dapat dianalisa bahwa maeri kegamaan bukan saja diajarkan di sekolah melainkan di rumah juga bisa dan dan lebih penting lagi belajar keagamaan dirumah lebih cepat untuk memahami.

  1. Pada Tabel X dari item dijelaskan yang menyatakan bahwa dalam mengikuti pelajarn agama teman ada yang mengganggu dDari 35 responden yang menjawab, ya  3 siswa (8,5%) kadang-kadang 18 siswa (51,5%), dan tidak pernah 14 ( 40 %).

Sehingga dapat diambil kesimpulan siswa dalam belajar di dalam kelas kadang-kadang ada yang mengalami gangguan dari temanya sebanyak 51,5%. Dan sebagian ada yang tidak pernah di ganggu Sebanyak 40%, jadi dalam pembelajaran hambatan dan tidak ada hambatan lebih banyak hambatannya dan guru PAI harus labih bijak sanana dalam mangatasi masalah ini. Adapun lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini:

no

TABEL

Yang Menjawab

Selalu Mengamalkan

Kadang kadang

Tidak pernah

1

VI

80%

20%

0%

2

VII

57,5%

40,5%

0%

3

VIII

57,5%

40,5%

0%

4

IX

57,5%

40,5%

0%

5

X

8,5%

51,5%

40%

Jumlah

261%

199%

40%

Rata-Rata

52%

40%

8%

Dari hasil diatas bahwa ada hambatan dalam peranan pendidikan agama Islam dalam pembentukan Akhlaqul Karimah meskipun siswa yang yang tidak suka pelajaran agama hanya 7 siswa (18,8%) dan ini perlu ditingkatkan lagi. Dan perhatian orang tua dalam sudah dibilang bagus dan yang kurang perhatiannya ada 15 siswa (40%) dan guru PAI dalam penyampaikan mata pelajarn agama mudah difahami yang menjawab ya 20 ( 57,5%), siswa yang selain belajar agama disekolah melainkan belajar dirumah yang menjawab ya ada 20 siswa ( 57,5%) dan meskipun jumlahnya tidak besar yang suka mengganggu temannya dalam mengikuti pelajaran agama hanya 3 siswa ( 8,5%) dan pemahan dalam varbel dalam bidang pendidikan agama cukup baik. Dan dari hambatan-hambatan tersebut kemungkinan menjadi sangat besar apabila tidak di cegah dan segera ditangani, kalau tidak ditangani akan menimbulkan permasalahan yang serius.

  1. Hasil yang dicapai dalam upaya menanamkan Akhlaqul Kharimah
    1. Pada Tabel XI dari item dari item dijelaskan yang menyatakan siswa yang selalu mengamalkan Akhlaq pada Allah, Rosul, Guru, dan kedua orang tua. Dari 35 responden yang menjawab, ya selalu menamalkan 23 siswa (65,7%) kadang-kadang 12 siswa (34,3%) dan tidak pernah 0 (0%)

Dari item ini dapat disimpulakan bahwa siswa dalam mengamalkan Akhalq pada Allah, Rosul, Guru, dan Oarang Tua. Baik karena dari 144 siswa kurang lebih 80% siswa sudanh mengamalkan Sunnah Rosulullah SAW.

  1. Pada Tabel XII dari item tentang apakah siswa berprilaku baik Guru dan temannya, Dari 35 responden yang menjawab, yang selalu menamalkan 16 siswa (74,2%) kadang-kadang 9 siswa (25,8%), dan tidak pernah 0 ( 0%). Dari item ini dapat disimpulkan bahwa siswa dalam berprilaku kepada guru dan temannya disekolah sudah baik.
  2. Pada Tabel XIII dari item tentang selalu memaafkan teman yang menyakiti hatimu. Dari 35 responden yang menjawab, yang selalu menamalkan ya ada 22 siswa (62,8%) kadang-kadang 9 siswa (25,8%), dan tidak pernah 4 ( 11,4%). Sehingga dapat diambil kesimpulan siswa sudah mempunyai Akhlaq yang baik, dan sebagian kecil ada yang belum bisa mempunyai Akhlaq yang baik..
  3. Pada Tabel XIV menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap Guru pendidikan Agama Islam, dari 35 Responden menjawab menghormati 35 (100%) dan siswa kebanyakan menghormati Gurunya ini merupakan mencerminkan Akhlaqul Karimah.
  4. Pada Tabel XV ini menunjukkan bahwa sikap terhadap sesama Makhluk Allah, jawaban dari 35 responden yang menyayangi dan tidak merusak 35 (100%).

Dari analisis diatas dapat disimpulkanbahwa hasil yang dicapai guru pendidikan agama Islam dalam membentuk Akhlaqul Karimah sudah baika, dapun lebih jelasnya lagi lihat table dibawah ini:

 

 

 

 

 

no

TABEL

Yang Menjawab

Selalu Mengamalkan

Kadang kadang

Tidak pernah

1

XI

65,7%

34,3%

0%

2

XII

74,2%

25,8%

0%

3

XIII

62,8%

25,8%

11,4%

4

XIV

100%

0%

0%

5

XV

100%

0%

0%

Jumlah

403%

86%

11%

Rata-Rata

81%

17%

2%

 

Hal ini ditunjukkkan dengan selalu mengamalkan perbuatan baik yang tidak mau mengamalkan hanya 0 (0%), berprilaku baik pada guru dan teman dan yamh menjawab kadang-kadang 9 (25,8%) kepatuhan siswa terhadap perintah guru ini terbukti tidak adanya hambatannya, dan dan kewajiban menyayangi sesama makhluk Allah semuanya merupkan sayang peda sesama Makhluk Allah.

Dengan demikiaqn penelitian analisa peranan pendidikan agama Islam dalam pembentukan Akhlaqul karimah pada siswa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo ini sudah dikategorikan snagat baik sekali. Hal ini dapat dibuktikan  data responden yang menunjukan :

  1. Terhadap pelaksanaan pendidikan Agama Islamdibuktikan dengan cukup banyak siswa yang selalu menikuti pendidikan Agama Islam, mengamalkan materi yang diajarkan, seperti mengamalkan sunnah rosul, membaca Al-Qur’an, ibadah dan selalu menggunakan alat belajar dalam mengikuti pelajaran Agama Islam. Sebagian besar mereka melaksanakan dengan baik.
  2. Terhadap hambatan-hambatan dalam pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlqul karimah dibuktikan masih ada hambatan meskipun kecil namun belajar belajar dengan baik mendukung pelaksanaan pendidikan agama Islam, baik guru, siswa, keluarga dan lingkungan.
  3. Hasil yang tercapai terhadap pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlaqul karimah siswa, dibuktikan banyak upaya-upaya yang dilakukan dalam pihak sekolah dalam pembentukan akhlaqul karimah sehingga terbentuknya akhlaqul karimah pada siswa dengan memberikan pelajaran ekstrakulikuler yaitu madrasah diniyah.

Hasil penelitian tenteng peranan pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlaqul karimah pada siswa MTs al-bassmalah plumpungrtejo. Digambarkan analisis Interviw sebagai berikut :

  1. Tentang pelaksanaan pendidikan Agama Islam di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo.
    1. Pertanyaan :

Dalam menjalankn peranan pendidikan akhlaqul karimah di mts Al-basmalah ini bapak kepala sekolah menggunakan kurikulum apa.?

Jawaban :      

Bapak KH, Ngahdul Qodim, S. Pd.I sebagai kepala MTs mengatakan peranan pendidikan agama Islam di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo dengan MTs yang lain sama menggunakan kurikulum KTSP yang yang berlaku hanya ditambah muatan local. yan membedakan antara sekolah yang lainnya.

  1. Pertanyaan :

Dalam menjalankn peranan pendidikan akhlaqul karimah di mts Al-basmalah ini bapak wakil kepala sekolah menggunakan kurikulum apa?

Jawaban :    

Bapak Imam jurjani, sebagai wakilkepala sekolah mengatakan peranan pendidikan agama Islam sesuai dengan kurikulum KTSP dan memberikan materi dengan sungguh-sungguh, supaya siswa memberi suri tauladan yang baik dan bias di contoh sebagaian masyarakat.

  1. Tentang hambatan-hambatan dalam pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlaqul karimah.
    1. Pertanyaan :

Apakah ada hambatan dalam pembentukan aklaqul karimah di mts ini menrut bapak kepala sekolah ?

Jawaban :

Bapak KH, Ngahdul Qodim, S. Pd.I, mengatakan sesungguhnya tiada ha,mbatan yang berarti dari siswa semuanya aktif dalam pendidikan agama Islam, guru, keluarga dan lingkungan yang mendukung.

  1. Pertanyaan :

Apakah ada hambatan dalam pembentukan aklaqul karimah di mts ini menurut bapak wakil kepala sekolah ?

Jawaban :

Bapak Imam jurjani mengatakan bahwa hambatan-hambatan dalam pendidikan agama Islam di sekolah kami sesungguhnya tidak ada, baik dari pihak Guru, karyawan, keluarga dan lingkungan, sesumgguhnya banyak siswa yang aktif, dan ada juga sedikit yang bandel dan itupun dari pihak guru cepat mengatasinya.

  1. Tentang sejauh mana pendidikan agama Islam dapat meningkatkan akhlaqul karimah.
    1. Pertanyaan :

Bagaimana cara pembentukan akhlaqul karimah di MTs al-basmalah ini?

Jawaban :

Bapak KH, Ngahdul Qodim, S. Pd.I, mengatakan bahwa dalam upaya pembentukan akhlaqul karimah siswa MTs al-Basmalah Plumpungrejo ini pihak sekoalah menggunakan bermacam-macam cara, diantaranya :

-          Menciptak pergaulan yang baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maka akan timbul interaksi yang baik dan bertanggung jawab.

-          Mengadakan perayaan hari besar Islam, sehingga dapat hikmahnya bagi guru dan siswa, diadakan pelajaran ektrakulikuler, seperti, mengaji waktu sore,

  1. Pertanyaan :

Upaya apa saja yang dilakukan bapak sebagai guru aqidah dalam pembentukan akhlaqul karimah siswa MTs al-basmalah ini?

Jawaban

Bapak sobwan beliyau sebagai guru agama akhidah akhlaq mengatakan upaya-upaya dalam pembentukan akhlakul karimahsiswa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo di dalam kelas sebagai berikut :

-          Menciptakn sarana keagamaan didalam kelas

-          Mengamalkan dan membiaskan budi pekerti yang baik dan akhlaqul karimah yang mulia di dalam dan diluar kelas, waktu bermain-main, dan waktu berjalan-jalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

  1. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dalam menyusun sekripsi ini bahwa :

  1. Peranan pendidikan Agama Islam dalam pembentukan akhlaqul karimah pada siswa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo tahun pelajaran 2010 – 2011 ini snagat baik. Terbukti :
    1. yang selalu mengikuti pendidikan Agama77.5%,
    2. selalu mengamalkan sunnah rosul42.5%,
    3. selalu membaca Al-Qur’an37.5%,
    4. selalu mengerjakan sholat 5 Waktu57.5%,
    5. dan menggunakan Alat belajar 80%. Maka dari itu dapat dilihat hasil analisa data pada hal70.
    6. Hambatan-hambatan yang mempengaruhi peranan pendiikan Agama Islam dalam meningkatkan Akhlaqul Karimah pada siswa MTs Al – Basmalah Tahun pelajaran 2010 – 2011, sesungguhnya ada hambatan meskipun kecil terbukti prosentasi hitungan hasil angket yaitu:
      1.  yang suka mengganggu teman dalam belajar 51,5%.
      2.  siswa yang tidak belajar Agama dirumah walaupun kadang-kadang40.5%.
      3. pemahaman murid menerima materi PAI yang menjawab kadang-kadang40.5%.
      4. keluarga yang memberikan perhatian terhadap anaknya untuk belajar PAI yang  40,5%.
      5. Dan siswa yang tidak menyukai pelajaran PAI 20%. Maka dari itu peneliti membuat rata-rata hambatan yang mempengaruhi pelajaran PAI di MTs Al-Basmalah adalah sebanyak 40.3%. adapun lebih jelasnya bias dilihat pada analisa data Pada Halaman 72.
      6. Hasil yang dicapai dalam pelajaran Agama Islam dalam peranan pembentukan Akhlaqul Karimah pada siswa MTs Al-Basmalah tahun pelajaran 2010 – 2011 sudah baik, terbukti dari hasil penelitian pada angket siswa menunjukkan bahwa:
        1. siswa yang mengamalakan Akhlaqul Karimah padaAllah, Rosul, Guru, Orang Tua mencapai 62,5%.
        2. siswa berplilaku baik kepada Guru dan teman 71,8%.
        3. siswa yang selalu memaafkan kesalahan temannya 59,3%.
        4. sikap sopansantun kepada Guru 100%.
        5. sikap siswa menyayangi pada temannya pada sesame Makhlauk Allah 100%. prosentasi hitungan mencapai rata-rata 81% berakhlak baik. adapun lebih jelasnya bias dilihat pada analisa Pada Halaman 75.
        6. SARAN – SARAN

Pada akhirnya skripsi ini penulis menyampaikan beberapa saran yang mengukin dapat dijadikan masukan antara lain :

  1. Kepada Kepala Sekolah
    1. Sebagai pemempin hendaknya selalu mengontrol para guru dalam melaksanakan proses KBM.
    2. Hendaknya selalu mengontrol siswa-siswi ynag tidak mau mengikuti pelajaran.
    3. Sebaikanya ditingkatkan mutu pelajara serta diperbanyak Ektra kulikuler terutama dengan kegiatan keagamaan.
    4. Kepada Dewan Guru
      1. Hendaknya meningkatkan intregritas pribadinya sebagai pemimpin formal dan non formal.
      2. Hendaknya para guru pelajaran agama Islam lebih peka terhadap masalah yang dihadapi oleh anak, sehingga sekolah tidak hanya mengejar target saja tetapi mamapu membimbing mereka terhadap mental sepiritual.hendaknya meningkatkan ketrampilan mengajarnya melalui pemanfaatan saran dan prasarana.
      3. Kepada Siswa-siswi

Berhubung dengan belum maksimalnya kepribadian yang dimiliki anak didik maka peneliti menyarankan kepada siswa MTs Al-Basmalah Plumpungrejo agar ditumbuhkan kesadaran dan pemahaman dalam diri bahwa belajar dan disiplin bukan merupakan beban tetapi sebagai bahan untuk bekal dimasa depan. Ilmu yang hendaknya selalu berusaha untuk mengamalkan ilmu yang didapatnya dalam kehidupan sehari-hari, dan bekali diri kalian dengan ilmu pengetahuan dan pengamalan guna memperoleh masa depan yang lebih cerah.

 

 

 

 

 

 


 

2      Drs. H. Zainul Arifin, M.Si, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Madiun, 2008 Halaman 52

[3]     Al – Qur’an Dan Terjemahnya, Mujamma’ Al Malik Fahd Li Thiba’at Al Mush-haf Asy-Syarif Medinah Munawwarah Po Box 6262, Kerajaan Saudi Arabia, op.cit,  Hal  206

 

[5] Al-quran dan terjemahnya, Djakarta, Tahun 1995, Hal.670

[6]     Undang Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung, Citra Umbara, 2003

 

[7] A Agym. Manajemen  Qalbu, Kumpulan Tausyiyah  KH Abdullah  Gymnastiar

[8] Yunahar Ilyas. Kuliyah Akhlaq ( Yugyakarta: LPPI UMY, 1999),6.

[9] Mustofa. Akhlak Tasawwuf  (Bandung: Pustaka Setia, 1995), 11.

[10] Ibid,. 2.

[11] Moh Nurhakim. Metodologi Studi Islam (Malang: UMM Press,2005),190-191.

[12] Sutrisno Hadi, Metodologi Reaserch, Ygyakarta, 1982, hal 42

[13] H. M. saleh Harun.Ibid hal. 36

[14] Suhairini arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan Praktek, Reneka cipta, jakarta, hal 115

[15] Ahmad D Marimba, Drs. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, PT AL-MA’arif, Bandung, 1989 hal. 19

[16] Hamdani ihsan, Drs. H. Filsafat Pendidikan Islam, CV Pustaka Setia, bandung, 1998, hal.15

[17] Zuhairini, Dra. Metodik Kudus Pendidikan Agama, PT Usaha Nasional Surabaya, 1983, hal.27

[18] Muhibbin syah,  Psikologi Belajar,  PT. Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1999, hal.77

[19] BP 7 pusat  GBHN, 1991, hal. 30

[20] Ibid. hal.7

[21] Ibid. hal.90

[22] Al-quran dan terjemahnya, Djakarta, Op Cit, Hal. 421

[23] H. Zuhairini, Op Cit, Hal 24

[24] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit, Hal 373

[25] Amir daien Indrakusuma, Drs. Pengantar Ilmu perndidikan, Fakultas Ilmu pendidiksan IKIP Malang 1995. Hal.45

[26] Zakiyah Darojat, Ilmu Pendidikan Islam, bumi Angkasa, Depag RI, Jakarta, Hal 31

[27] DEPDIKANS, Penuntasan Belajar 9 Tahun,2002, hal 25

[28] H.M Arifin, prof. M.Ed. Bimbingan dan consoling, Dijen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Depag, Jakarta, 1995, hal 246

[29] Zainul Arifin, Drs. MSI. Ilmu Pendidikan Islam, Dosen STAI Madiun, 2009, Hal 13

[30] Zuhairini Dra. Op Cit, Hal 45

[31] Al-quran dan terjemahnya, Djakarta, Op Cit, Hal, 862

[32] Zakiyah Darojat, Dr. Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Angkasa, Depag RI, Jakarta, Hal. 32

[33] Ibid, Hal 32

[34] Zuhairini, Op Cit, Hal 46

[35] Hj. Nur Ubiyati, Dra. Ilmu Pendidikan Islam, Pustaka Setia, 1999, Hal 13

[36] Pengantar Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang 1995, Hal 69

[37] M. Ali Hasan Dkk. Aqidah dan Akhlaq, MTs. Kelas III ,CV Toha Putra, Semarang, 1979, Hal 18

[38] M. Ali Hasan Dkk. Op Cit. Hal 19

[39] H. Nasrul Rusli, SH, Dkk. Op Cit. Hal 452

[40] Sholeh Harun.H.M, Aqidah Akhlaq untuk aliyah jilid I. Kota Kembag, Jokjakarta,1984,hal.6

[41] Lok Cit

[42] Al-Qur’an terjemahannya, Op Cit, Hal 960

[43] Aya Sofia. Aqidah Akhlaq untuk MTs Kelas I. Departemen Agama,1987.Hal79

[44] Muhammad Hamid Al Faqii, Buluqul Marom, semarang,Hal.309

[45] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit Hal.52

[46] M.Mahruz Ali, Riyadus sholikhin, Al hidayah, Surabaya,1997,Hal.715

[47] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit Hal.46

[48] Syeh Muhammad Jamalud Al Qosim Al Damasqii, Maudhotul Mu’minin Juz Awal, Darul Faqih,Garut Surabaya,706,Hal.187

[49] Syaid Ahmad Al Hasyimi, Muhtarul Hadits. Pustaka Amani.tahun.1990.Hal56

[50] Sholeh Harun.H.M. Lok Cit.hal.5

[51] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit Hal. 66

[52] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit Hal.36

[53] Ali Hasan Drs.DKK. Op Cit, hal.20

[54] Ibid, Hal 21

[55] Nasrul Rusli, Aqidah Akhlaq, dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Jakrta 1995.Ha.428

[56] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit Hal.362

[57] Muhammad Hamid Al faqii. Buluqul Marom,Jilid I,Hal.303

[58] Ibid ,Hal 678

[59] Mahrus Ali. Op Cit, Hal.100

[60] Ibid, Hal.719

[61] Al-Qur’an Terjemahannya, Op Cit Hal.65

[62] Ibid.Hal.65

[63] Ibid. Hal.66

[64] Sutrisno Hadi. Metodologo Reaseasch

[65] Ibid Hal.71

[66] Suhaisismi Arikunto, Op cit.Hal.107

[67] Nazar Bakry, tuntutan Praktis Motodologi Penelitian. CV. Pedoman Ilmu Jaya, Padang,1994,Hal.48

[68] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta Rajawali Press.1991,Hal.4

[69] Ibid Hal .40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s